RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Baluti Gang Swarga RT 06 RW 03, Desa Baluti, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (30/9/2026) dini hari. Lima rumah terdampak, satu di antaranya rusak total.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.47 WITA. Api membakar sejumlah rumah yang berada di kawasan permukiman tersebut.
Petugas gabungan dari Satpol PP dan Damkar HSS, Kerukunan BPK/PMK HSS, Tagana HSS, BPBD HSS, TNI, Polri, serta warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan evakuasi.
Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar HSS Nur Abdi Kesuma Jaya mengatakan, berdasarkan pendataan sementara terdapat lima rumah terdampak.
“Untuk rumah yang terdampak ada lima buah. Tiga rusak ringan, satu rusak sedang dan satu rusak total,” jelas Abdi.
Lima kepala keluarga tercatat terdampak kebakaran tersebut. Rumah Mursiwan (45) yang dihuni satu jiwa mengalami kerusakan ringan.
Rumah Ikhwan Ridani (46) mengalami kerusakan sedang. Sementara rumah lainnya mengalami kerusakan ringan dan satu rumah mengalami kerusakan total.
Adapun rumah Pardi (45) yang dihuni empat jiwa juga mengalami kerusakan ringan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Untuk korban jiwa maupun luka nihil. Jadi tidak ada korban dalam kejadian ini,” terang Abdi.
Kerugian akibat kebakaran belum diketahui. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Waspadai Kebakaran saat Kemarau
Abdi mengingatkan risiko kebakaran permukiman meningkat ketika kondisi lingkungan panas dan kering. Bangunan yang terus-menerus terpapar panas menjadi lebih mudah terbakar.
“Pada saat musim kemarau identik dengan panas yang ekstrem. Apalagi tahun ini panasnya sangat ekstrem, sehingga semua benda yang terpapar sinar matahari menjadi kering dan mudah terbakar,” jelas Abdi.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mempercepat penjalaran api ketika kebakaran terjadi. Hembusan angin juga bisa membawa api menuju bangunan lain di sekitarnya.
“Apabila penjalaran api itu bisa melalui konduksi dan bantuan angin. Hembusan angin mengarahkan api dari kejadian kebakaran ke objek atau bangunan yang belum terbakar,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno