Angin Puting Beliung Terjang Kabupaten Banjar dan HSS, Puluhan Rumah dan Fasilitas Rusak

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:05 WIB
RUSAK: Rumah Warga di Bajayau Lama mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung pada Rabu malam (23/9/2026).(Foto: Polsek Daha Selatan untuk Radar Banjarmasin)
RUSAK: Rumah Warga di Bajayau Lama mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung pada Rabu malam (23/9/2026).(Foto: Polsek Daha Selatan untuk Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Di tengah kemarau panjang yang sudah menimbulkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kabupaten Banjar kembali diguncang musibah. Angin kencang disertai puting beliung menerjang sejumlah desa, merusak puluhan rumah warga serta fasilitas umum, Sabtu (26/9) sore.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat, 37 rumah terdampak dengan total 41 kepala keluarga (KK) atau 119 jiwa. Delapan desa tersebar di beberapa kecamatan masuk dalam daftar wilayah terdampak.

Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, menjadi lokasi paling parah. BPBD melaporkan 19 rumah rusak, dengan 23 KK atau 67 jiwa terdampak. Fasilitas pendidikan dan keagamaan juga tak luput. Seperti di Taman Kanak-Kanak Alquran Silaturahmi di RT 03 dan Masjid Da'watul Haq di RT 01 mengalami kerusakan.

Pambakal Pingaran Ulu, Halimi, menuturkan rata-rata kerusakan berada pada kategori sedang, terutama bagian atap rumah yang terlepas diterjang angin. "Sebagian besar wilayah terdampak juga masih mengalami pemadaman listrik total akibat robohnya tiang listrik di perbatasan Pingaran Ilir dan Tambak Baru," ujarnya.

Di Kecamatan Karang Intan, Desa Sungai Arfat mencatat enam rumah rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi. Satu berat, dua sedang, dan tiga ringan. Desa Mali-Mali melaporkan lima rumah rusak serta satu gudang penyimpanan yang roboh sebagian.

Wilayah lain yang terdampak lebih ringan antara lain Desa Tanah Abang (Mataraman), Desa Tambak Anyar Ulu (Martapura Timur), Desa Gunung Batu (Sambung Makmur), Desa Lok Tangga (Karang Intan), dan Desa Tambak Baru Ulu (Martapura Timur). Total kerusakan di desa-desa tersebut berkisar satu hingga dua rumah per lokasi.

Kepala BPBD Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan data sementara masih terus diperbarui. "Saat ini tercatat 37 rumah, 41 KK, dan 119 jiwa terdampak. Pendataan lanjutan masih dilakukan," katanya.

Tak hanya di Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) juga dilanda hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu malam. BPBD HSS menerima 10 laporan pohon tumbang, tujuh di antaranya menimpa rumah warga di Kecamatan Padang Batung, Kandangan, dan Sungai Raya.

Kepala BPBD HSS, Ika Aguspiannor Hidayatullah, menjelaskan bahwa musim kemarau memperlemah struktur akar pohon sehingga meningkatkan risiko tumbang saat angin kencang. "Langkah pencegahan jauh lebih aman dibanding menunggu pohon robek dan menimbulkan korban maupun kerusakan," tegasnya. (zkr/mpi/mof)

Editor : Arief M
Bencana Alam hulu sungai selatan kabupaten banjar angin kencang