RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Dua korban KMP Virgo Transport 8 kembali ditemukan pada hari ke-15 pencarian, Minggu (27/9). Korban ditemukan di wilayah Sukamara, atau pesisir Kalteng. Jenazah keduanya sedang dibawa menuju Palangkaraya dan direncanakan dievakuasi ke Banjarmasin melalui jalur udara, Senin (28/9).
Sementara, di lokasi utama kecelakaan, pencarian melalui penyelaman tidak menemukan korban baru. SMC Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, kondisi bangkai kapal menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses evakuasi.
Tim penyelam menemukan sejumlah perubahan kondisi di dalam kapal yang berisiko terhadap keselamatan. Salah satunya adalah posisi kapal yang terus mengalami perubahan kemiringan atau trim.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena stabilitas kapal dapat berubah sewaktu-waktu. "Jadi kapal ini terus berubah kemiringannya. Ini berpotensi risiko tinggi bagi penyelam," kata Putu, Minggu (27/9) malam.
Risiko lainnya muncul ketika penyelam melakukan penetrasi sekitar 15 meter ke dalam badan kapal. Struktur di dalam kapal dinilai tidak stabil sehingga tim tidak berani melanjutkan penetrasi lebih jauh.
Kondisi di dalam kapal juga semakin sulit karena jarak pandang sangat rendah. Sedimen dan lumpur yang masuk ke dalam kapal membuat penyelam kesulitan melihat sekaligus membatasi ruang gerak.
Di dalam bangkai kapal, penyelam juga menghadapi material tajam yang berpotensi melukai. Risiko bertambah. Adanya potensi kontaminasi bahan bakar dari kendaraan yang berada di dalam kapal.
Kendala terakhir berkaitan dengan kepadatan gas pada kedalaman sekitar 27 meter. Kondisi tersebut membuat waktu penyelaman menjadi sangat terbatas. "Paling lama bisa 20 menit karena pengaruh gas atau gas density," jelas Putu.
Kondisi tersebut membuat tidak seluruh kompartemen kapal dapat dimasuki penyelam. Menurutnya, keselamatan personel menjadi pertimbangan utama sebelum penyelaman dilanjutkan.
Karena itu, Basarnas kembali mendorong perusahaan pemilik kapal dan pihak asuransi mempercepat proses pengangkatan bangkai kapal atau salvage. Putu menegaskan, pengangkatan bangkai kapal akan memudahkan proses evakuasi apabila masih terdapat korban di dalamnya.
Setelah kapal diangkat dan ditempatkan di permukaan, akses terhadap bagian kapal yang selama ini sulit dijangkau penyelam akan lebih terbuka. "Begitu dinaikkan, diangkat, kita bisa evakuasi itu segera," tegasnya.
Meski demikian, Basarnas memastikan pencarian tidak berhenti. Penyelaman tetap dijadwalkan dilanjutkan dengan tim gabungan TNI AL dan Basarnas.
Pada hari ke-15, sebagian penyelam juga menjalani pemulihan setelah bekerja intensif selama 13 hari. Mereka menjalani terapi oksigen di hyperbaric chamber untuk membantu memulihkan kondisi tubuh setelah berulang kali melakukan penyelaman.
Rotasi personel dilakukan tanpa mengurangi kekuatan tim. Penyelam yang selesai masa tugas digantikan personel dari Tanjung Pinang dan Batam, sementara tim penyelam TNI AL tetap dilibatkan. Selain di lokasi bangkai kapal, pencarian juga terus dilakukan Kantor SAR Palangkaraya di sepanjang wilayah pesisir Kalteng.
Sebelumnya, pada hari ke-14, tim SAR menemukan 11 jenazah. Empat ditemukan melalui penyelaman di bangkai kapal, sedangkan tujuh lainnya ditemukan di wilayah kerja Kantor SAR Palangkaraya.
Dari tujuh korban tersebut, empat ditemukan di perairan Sukamara, dua di Seruyan, dan satu di Sungai Cabang, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Hingga rekapitulasi hari ke-15, total korban meninggal dunia mencapai 66 orang. Sebanyak 108 orang selamat, sementara 69 lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di kapal.
Seluruh jenazah yang ditemukan diarahkan ke RS Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI. "Karena untuk identifikasi dari DVI, kita pusatkan di RS Bhayangkara," ujar Putu.
Operasi SAR sendiri telah memasuki perpanjangan tahap kedua selama tujuh hari ke depan. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, evaluasi akan dilakukan setiap tiga hari untuk menentukan perkembangan dan langkah operasi berikutnya. "Kami tetap fokus pada apa yang kita lakukan. Jadi khususnya untuk Basarnas akan tetap fokus pada proses pencarian," imbuhnya. (van/gr/mof)
Editor : Arief M