Lanal Banjarmasin Bantu Pulihkan Trauma Korban KM Virgo

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:16 WIB
PEMULIHAN: Letda Laut (KH/W) Graciella Florence Kusila memberikan pendampingan psikologis kepada korban selamat KM Virgo Transport 8.//Maulana
PEMULIHAN: Letda Laut (KH/W) Graciella Florence Kusila memberikan pendampingan psikologis kepada korban selamat KM Virgo Transport 8.//Maulana

RADARBANJARMASINJAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Trauma akibat musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 masih dirasakan para korban selamat. Untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka, Lanal Banjarmasin menggelar trauma healing di Hotel Citra Banjarmasin, Minggu (27/9/2026).

Trauma healing diberikan kepada enam korban selamat KM Virgo Transport 8 yang saat ini masih berada di Banjarmasin.

Salah satu korban selamat, Henianus Eggo (38), mengaku masih kerap teringat detik-detik kapal yang ditumpanginya mulai tenggelam.

Bahkan, sebelum mengikuti trauma healing, dirinya mengaku sempat merasa gelisah. Namun setelah mendapat pendampingan, kondisinya mulai lebih tenang.

"Ini yang kedua. Sebelumnya saya gelisah, selalu teringat kejadian. Bahkan saya sempat merekam kapal yang sudah dalam posisi miring," beber warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

Meski mulai tenang, Henianus masih memikirkan sepupunya yang hingga kini belum ditemukan. Sepupunya itu merupakan kernet kapal.

"Saya masih memilih bertahan, masih menunggu saudara sepupu saya yang belum ditemukan dalam pencarian. Dia kernet saya," ujarnya.

Saat kejadian, Henianus sedang tidur. Namun, posisinya berada di luar kamar. Sedangkan sepupunya berada di dalam kamar.

Begitu mengetahui kapal dalam kondisi miring, Henianus langsung berusaha keluar."Lorong dan pintunya satu, jadi cukup jauh keluar dari kamar. Saya pastikan korban yang belum ditemukan kemungkinan banyak terjebak di dalam," ungkapnya.

Setelah berhasil keluar, Henianus kemudian bertahan di sekoci karet. Selama sekitar 10 jam dirinya terombang-ambing di laut sebelum akhirnya mendapat pertolongan.

"Saya sekitar 10 jam di sekoci karet. Sampai akhirnya ada yang menyelamatkan," tuturnya.

Henianus bersama korban selamat lainnya kini masih difasilitasi menginap di Hotel Citra Banjarmasin. Menurutnya, biaya penginapan ditanggung pihak perusahaan kapal.

Namun, ia mengeluhkan konsumsi selama berada di hotel. Ia mengaku sudah beberapa kali tidak mendapatkan makanan malam.

"Semua menginap di hotel ini ditanggung pihak perusahaan kapal. Tapi sudah tiga kali makan malam tidak diantar. Biasanya datang saja," keluhnya.

Sementara itu, korban selamat lainnya, Gradus Bulo (39), memiliki pengalaman berbeda. Warga NTT itu diselamatkan kapal nelayan saat berada di perairan Laut Jawa, wilayah Pati.

Gradus mengaku baru pertama kali naik kapal menuju Kalimantan. Ia datang bersama saudaranya untuk bekerja sebagai sopir.

"Ini baru pertama kali saya naik kapal dan ke Kalimantan. Baru ikut saudara juga sebagai sopir," ujarnya.

Gradus juga mengikuti trauma healing yang digelar Lanal Banjarmasin. Setelah menjalani sesi tersebut, ia mengaku merasa lebih tenang.

Bahkan, dirinya sempat tertidur ketika mengikuti proses pemulihan."Merasa lelap saya tadi. Tidak sadar juga, tiba-tiba merasa kantuk lalu tertidur," ucapnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Letda Laut (KH/W) Graciella Florence Kusila, S.Psi. dan dipimpin Palaksa Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Mohamad Rifan, atas perintah Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.

Para korban mendapatkan Psychological First Aid (PFA), emotional check-in, relaksasi pernapasan hingga pembentukan kelompok "lingkar dukungan".
Tim psikologi juga melakukan pemetaan kondisi masing-masing korban. Langkah itu untuk mengetahui korban yang membutuhkan konseling lanjutan secara personal.

Palaksa Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Mohamad Rifan mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AL membantu korban menghadapi dampak psikologis setelah musibah.

"Kami berupaya memberikan dukungan kepada para korban, baik secara fisik maupun psikis. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pendampingan selama berada di Banjarmasin," ujarnya.

Selain pendampingan psikologis, TNI AL juga menghadirkan tim dokter spesialis dari Surabaya. Salah satunya Dokter Hiperbarik Mayor Laut (K) dr. Dony Irawan Suwardhono.

Penanganan medis dan psikologis dilakukan dengan melihat kondisi masing-masing korban. Sebab, pengalaman yang dialami para korban berbeda-beda.

"Pendampingan diberikan sebagai bentuk dukungan kepada korban dan keluarga yang masih menunggu perkembangan pencarian korban KM Virgo Transport 8 lainnya,"pungkas Rifan.

Editor : Arif Subekti
enam korban selamat KM virgo transport 8 menjalani trauma healing yang digelar lanal banjarmasin masih dihantui kejadian