RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI — Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut (Tala) berencana menurunkan petugas untuk mengecek langsung lokasi penemuan limbah tulang di aliran Sungai Parit, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari.
Langkah tersebut dilakukan menyusul ditemukannya tumpukan tulang hewan dalam jumlah cukup banyak di kawasan tersebut. Tulang-tulang itu diduga berasal dari aktivitas rumah makan di sekitar lokasi.
Kepala DPRKPLH Tala, Gusti Dwi Erzandi Kusuma, mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan melalui Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup (P2KLH).
"Coba akan kami pantau melalui Bidang P2KLH," katanya, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan fakta terkait temuan tersebut. Hasil pemantauan nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Hasil pantauan di lapangan menjadi dasar kami untuk mengambil langkah berikutnya," ujarnya.
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, komunitas pecinta lingkungan MPAI My Darling menemukan tumpukan tulang yang diduga tulang sapi saat melakukan aksi bersih-bersih sungai.
Temuan tersebut sempat mengejutkan anggota komunitas lantaran jumlah tulang yang ditemukan cukup banyak. Bahkan, sebagian tulang masih berada di dalam kantong plastik merah berukuran besar.
Sejumlah tulang lainnya juga ditemukan berserakan di sekitar lokasi. Kondisi tersebut diduga akibat tulang dihamburkan oleh anjing.
Ketua MPAI My Darling, Muhammad Khaidir, menduga tulang-tulang tersebut berasal dari rumah makan di sekitar lokasi. Ia meminta agar limbah tulang tidak kembali dibuang ke sungai karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. (sal/el/sbx)
Editor : Arief M