Karhutla Gambut Tertinggi di Banjar, Tim Buru Api Siaga 24 Jam

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

 

PEMADAMAN: Tim Buru Api Marta Presisi Polres Banjar menangani karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut. (Foto: Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)
PEMADAMAN: Tim Buru Api Marta Presisi Polres Banjar menangani karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut. (Foto: Fadlan Zakiri/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Kecamatan Gambut mencatat 190 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tertinggi di Kabupaten Banjar berdasarkan rekap hingga Kamis (24/9/2026). Polres Banjar menyiagakan Tim Buru Api Marta Presisi selama 24 jam di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi untuk menangani api dan mengawasi lahan yang berpotensi kembali terbakar.

Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto mengatakan, Gambut menjadi fokus penanganan karena tingginya jumlah kejadian dalam beberapa hari terakhir.

“Kita fokus di wilayah Gambut karena titik apinya paling tinggi,” ungkap Boni, Kamis (24/9/2026).

Dalam rekap yang sama, Cintapuri Darussalam mencatat 120 kejadian, Sungai Tabuk 101 kejadian, dan Martapura Barat 87 kejadian. Secara keseluruhan, Kabupaten Banjar mencatat 839 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak 6.203,90 hektare. Sekitar 1.432 hektare di antaranya tercatat telah tertangani.

Di Jalan Gubernur Syarkawi, kebakaran sempat mendekati RSJ Sambang Lihum. Pada Rabu (23/9/2026), petugas gabungan melokalisasi api agar tidak menjalar ke kawasan rumah sakit.

Tim Buru Api berjaga 24 jam

Boni mengatakan, Polres Banjar mengerahkan personel Tim Buru Api Marta Presisi dengan dukungan Samapta, Brimob, dan Polair. Polres mendirikan posko pemantauan yang diperkuat dua posko bantuan dari Polda Kalimantan Selatan.

“Anggota berjaga dari pagi sampai pagi lagi. Kita siaga 1×24 jam,” kata Boni.

Petugas berjaga secara bergantian. Selain memadamkan api, mereka memantau lahan yang sebelumnya terbakar karena bara dapat kembali menyala saat angin menguat.

“Begitu angin tinggi, api kemudian kembali menyala,” jelasnya.

Untuk memperkuat pasokan air, petugas telah mengisi lima kolam bioflok. “Sudah kita penuhi air. Ada lima titik bioflok untuk mempermudah proses pemadaman,” ujar Boni.

Berdasarkan penghitungan sementara Polres Banjar, luas lahan yang terbakar di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi mencapai sekitar sembilan hektare. Sekitar enam hektare berada di sisi kanan arah RSJ Sambang Lihum, sedangkan tiga hektare di sisi kiri menuju Bundaran Tugu 17 Mei.

Polisi juga mengklarifikasi penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Boni menegaskan, proses tersebut belum memasuki tahap penyelidikan.

“Kita lakukan langkah-langkah upaya hukum, namun masih sebatas klarifikasi,” katanya.

“Kalau nanti terbukti ada unsur sengaja membakar lahan, akan kita proses ke tahap penyelidikan,” lanjut Boni.

Pemkab Banjar siapkan tim tambahan

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, karhutla telah berdampak pada hampir 100 desa di 20 kecamatan. Pemkab Banjar bersama pemerintah pusat, TNI, Polri, dan relawan memetakan lokasi yang telah ditangani serta titik yang masih membutuhkan penanganan.

“Kita sudah menyamakan persepsi soal data, dari sana kita bisa fokuskan mana yang menjadi fokus agar tidak tersebar,” ujar Saidi.

Menurut dia, Pemkab bersama TNI, Polri, dan relawan menyiapkan lima hingga 10 tim tambahan. Tiap tim direncanakan beranggotakan sekitar 15 personel, sehingga jumlah personel tambahan dapat mencapai sekitar 150 orang.

Saidi menyebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memberikan dukungan sarana pemadaman serta insentif harian bagi relawan di lapangan.

Untuk mengurangi dampak asap, Pemkab Banjar membuka kemungkinan pembelajaran jarak jauh jika kondisi udara di sekitar sekolah semakin pekat. Pemerintah daerah juga menyiapkan masker dan vitamin bagi masyarakat.

Saidi mengingatkan warga agar tetap waspada menghadapi kemarau. Menurut perkiraan yang disampaikannya, musim kemarau masih berlangsung hingga akhir Oktober, sedangkan hujan diperkirakan mulai turun pada awal November dengan intensitas rendah.

“Kurang lebih 50 hari lagi, kita masyarakat Kabupaten Banjar akan menghadapi kemarau panjang. Mudah-mudahan ini dibijaki dengan baik oleh masyarakat dan dihadapi bersama dengan pemerintah daerah serta seluruh komponen,” pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
karhutla Kabupaten Banjar Jalan Gubernur Syarkawi Karhutla Gambut Tim Buru Api RSJ Sambang Lihum