RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki babak baru. Pada hari ke-11 operasi SAR, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama TNI AL menemukan sembilan korban dari dalam bangkai kapal di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Rabu (23/9).
Penemuan tersebut menambah jumlah korban meninggal yang telah ditemukan dalam operasi pencarian menjadi 27 orang.
Sembilan korban yang dievakuasi dari dalam bangkai kapal sempat dibawa ke KN SAR Pacitan. Namun, karena keterbatasan waktu, kondisi cuaca, dan jarak pandang, baru tujuh jenazah yang berhasil diterbangkan menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru. Dua jenazah lainnya masih berada di atas KN SAR Pacitan dan dijadwalkan dievakuasi pada operasi SAR hari ke-12, Kamis (24/9).
Sembilan Korban Ditemukan di Dalam Kapal
Penyelaman dilakukan hingga ke bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Arus bawah laut yang kuat serta jarak pandang terbatas membuat proses pencarian dan evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati.
Kepala Basarnas, M Syafii mengatakan keberhasilan menemukan sembilan korban merupakan hasil kerja keras tim penyelam yang terus menyisir bangkai kapal. “Hari ini, kembali membuktikan bahwa perjuangan Tim SAR Gabungan tidak berhenti. Sembilan korban berhasil ditemukan berkat keberanian para penyelam BSG dan TNI AL yang terus menyisir bagian dalam kapal,” ujarnya.
Setelah dievakuasi ke KN SAR Pacitan, korban kemudian dibawa menuju Banjarmasin menggunakan Helikopter Basarnas HR-3601.
Tujuh Jenazah Tiba di Lanud Sjamsudin Noor
Lanud Sjamsudin Noor menerima dua sortie penerbangan untuk membawa jenazah dari kapal. Sortie pertama membawa tiga jenazah. Selanjutnya, Helikopter Basarnas HR-3601 mendarat sekitar pukul 18.30 WITA dengan membawa empat kantong jenazah.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan sembilan korban sebenarnya telah berhasil dievakuasi dari bangkai kapal. Namun, hanya tujuh yang dapat diterbangkan ke pangkalan pada hari itu. “Laporan terakhir hari ini ditemukan sembilan korban. Tetapi karena keterbatasan waktu, hari sudah malam, dan jarak pandang terbatas, operasi evakuasi dari kapal menuju ke daratan (Lanud) kami pending sampai besok. Jadi total hari ini kita bisa bawa tujuh jenazah,” kata Hilman.
Untuk memperkuat operasi evakuasi, Lanud Sjamsudin Noor juga menerima tambahan satu unit helikopter Basarnas dari Atang Sendjaja, Bogor.
Helikopter tersebut akan digunakan untuk mendukung pengangkutan jenazah dari kapal menuju daratan pada operasi berikutnya.
Kapten Pilot HR-3601, Kapten Laut (P) M Dimas Andromeda mengatakan penerbangan evakuasi berlangsung lancar. Helikopter dapat melakukan pendaratan langsung di helideck KN SAR Pacitan karena kondisi cuaca di lokasi mendukung.
Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, jenazah langsung diserahterimakan kepada tim medis untuk dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin.
DVI Identifikasi 14 dari 18 Jenazah
Sebelum penemuan sembilan korban pada Rabu, Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Banjarmasin telah menerima 18 jenazah. Hingga Selasa (22/9), sebanyak 14 korban telah berhasil diidentifikasi. Lima di antaranya baru diumumkan pada Selasa.
Kelima korban tersebut yakni Anas (laki-laki 45 tahun asal Bangkalan), Bagus Mahendra (laki-laki 20 tahun asal Klaten), Aldo Nurahmansyah (laki-laki 19 tahun asal Surakarta), Jumbrik (laki-laki 52 tahun asal Lamongan), serta I Putu Angga Santyana (laki-laki 28 tahun asal Cakranegara, Kota Mataram).
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad Sofwan mengatakan tiga korban pertama diidentifikasi melalui ciri medis dan properti.
Sementara Jumbrik dan I Putu Angga Santyana diidentifikasi melalui pemeriksaan gigi sebagai identifikasi primer, yang diperkuat ciri medis dan properti.
Dari 18 jenazah yang telah diterima RS Bhayangkara Banjarmasin, empat lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA. Data post-mortem akan dicocokkan dengan data ante-mortem dari keluarga.
Sofwan meminta keluarga maupun kerabat korban segera memberikan data pembanding yang dibutuhkan tim DVI.
243 Orang dalam Manifes, 117 Masih Dicari
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid mengatakan berdasarkan manifes, terdapat 243 orang di KM Virgo Transport 8. Hingga Selasa (22/9), sebanyak 126 orang telah dievakuasi. Rinciannya, 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Sementara 117 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dengan penemuan sembilan korban pada Rabu, jumlah jenazah yang ditemukan dalam operasi pencarian menjadi 27 orang. Namun, data tersebut tetap perlu disandingkan dengan hasil identifikasi DVI untuk memastikan identitas masing-masing korban.
Penanganan Jenazah Menggunakan Prosedur Khusus
Setelah tiba di daratan, proses penanganan jenazah dilakukan dengan prosedur khusus karena korban telah berada di dalam air selama beberapa hari, dan mulai mengalami proses pembusukan.
PMI Kota Banjarmasin bersama PMI Kabupaten Banjar menyiagakan ambulans jenazah serta personel dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
Petugas PMI Kota Banjarmasin, Aril mengatakan tim telah bersiaga sejak awal operasi hingga proses evakuasi korban.
Selain ambulans, proses dekontaminasi dan sterilisasi juga disiapkan. Armada pengangkut jenazah turut disemprot cairan disinfektan oleh tim Brimob setelah digunakan dalam proses evakuasi.
Dua Temuan Jasad di Luar Operasi KM Virgo
Di tengah pencarian korban KM Virgo, dua temuan jasad juga dilaporkan dari lokasi berbeda. Pada Selasa (22/9) sore, seorang nelayan menemukan tubuh manusia mengapung di sekitar perairan Tanjung Api-Api, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Basarnas Pangkalan Bun kemudian mengerahkan tim untuk mengevakuasi jasad tersebut. Jasad tiba di dermaga Kumai sekitar pukul 20.30 WIB, dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk pemeriksaan dan identifikasi. Namun, hingga laporan terakhir, belum ada kepastian jasad tersebut merupakan korban KM Virgo Transport 8.
Temuan serupa terjadi di Desa Oka Oka, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, Rabu (23/9) sore. Warga menemukan jasad laki-laki terdampar di pesisir pantai. Korban mengenakan baju lengan panjang hitam dan celana pendek hitam.
Kapolsek Pulau Laut Selatan, Iptu Ramli Aziz membenarkan adanya temuan jasad tersebut. Kepala Desa Oka Oka, Basri juga mengatakan informasi awal diterima dari warga sekitar pukul 15.30 WITA.
Kendati muncul dugaan jasad tersebut berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas maupun keterkaitannya dengan kapal yang tenggelam di perairan Masalembu. (she/van/jum/gr/dye)
Editor : Arief M