Sembuh Usai Kritis, Wakar Malah Jadi Tersangka Duel Maut

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 16:19 WIB

 

ILUSTRASI AI
ILUSTRASI AI

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Hampir satu pekan menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin, kondisi Rahmatullah (38) mulai membaik. 

Pria asal Kabupaten Tanah Laut itu sebelumnya mengalami luka serius setelah terlibat duel dengan Muhammad Helmi (41).

Duel berdarah tersebut terjadi di Jalan Gubernur Soebarjo, tepatnya di depan SPBU 64.701.07, Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin Selatan, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 00.15 Wita.

Helmi yang bekerja sebagai juru parkir (jukir) tewas di lokasi kejadian. Sementara Rahmatullah, yang bekerja sebagai penjaga malam alias wakar, sempat kritis akibat mengalami luka tusuk di bagian dada.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens melalui Kanit Reskrim Iptu Sudirno mengatakan, Rahmatullah kini sudah dibawa ke Polsek Banjarmasin Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

"Pelaku sempat kritis dan harus menjalani operasi. Tapi sekarang sudah di Polsek. Kami bawa Sabtu (19/9/2026) malam dan kondisinya sudah membaik setelah menjalani penanganan medis," ungkap Sudirno, Rabu (23/9/2026).

Dijelaskan Sudirno, antara Helmi dan Rahmatullah sebenarnya saling mengenal. Bahkan, saksi yang berada di lokasi juga mengenal keduanya.

Perselisihan bermula dari persoalan nasi bungkus. Saat itu, Helmi diduga dalam pengaruh minuman keras (miras) hingga tersinggung dan kemudian mengancam Rahmatullah menggunakan senjata tajam (sajam).

"Pemicunya soal nasi bungkus. Mereka semua saling berteman. Saat itu korban dalam kondisi pengaruh miras dan tersinggung luar biasa," jelasnya.

Rahmatullah sempat berusaha menjauh karena mendapat ancaman menggunakan sajam. Namun, Helmi terus mengejarnya. Rahmatullah kemudian mengambil sebatang kayu yang berada di sekitar lokasi untuk melindungi diri.

Perkelahian pun terjadi. Rahmatullah sempat terkena tusukan hingga mengalami luka serius di bagian dada. Dalam kondisi tersebut, ia berhasil merebut sajam dari tangan Helmi.

"Setelah terkena tusukan, pelaku berhasil merebut sajam dan kemudian terjadi penusukan balik,"tutur Sudirno.

Tusukan tersebut mengenai bagian ulu hati Helmi. Ia kemudian terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain luka tusuk, Helmi juga mengalami luka gores di bagian dagu.

"Kita tetapkan tersangka dan diterapkan pasal 458 KUHP sesuai dengan hasil penyidikan, ancaman 15 tahun penjara. Untuk pelaku masih dalam pemeriksaan," tegas Sudirno.

Editor : Arif Subekti
perselisihan soal nasi bungkus tewas setelah terlibat perkelahian malah jadi tersangka duel maut kota banjarmasin