Tangani Karhutla Di Batumandi, Polisi Perkenalkan Metode Suntik Gambut

M Dirga • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 13:49 WIB
dada

METODE SUNTIK: Proses penyuntikan cairan surfaktan menggunakan sistem pipa undercooling ke bawah permukaan tanah gambut di Desa Teluk Mesjid sebagai bagian dari penanganan karhutla. (Polres Balangan untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Penanganan kebakaran lahan gambut di wilayah Kabupaten Balangan mulai menerapkan pendekatan baru.

Salah satunya melalui penyuntikan cairan berbasis surfaktan ke bawah permukaan tanah yang diaplikasikan di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Batumandi, Selasa (22/9/2026). 

Sistem pipa undercooling difungsikan sebagai alat suntik untuk menjangkau bara api yang bersembunyi di kedalaman.

Penerapan metode inovasi dari Polda Kalsel ini bertujuan menyiasati keterbatasan suplai air baku di lokasi karhutla.

Kasi Humas Polres Balangan, A Wiyono Djati menjelaskan teknis penerapan metode ini dilakukan dengan meracik satu liter konsentrat ke dalam seratus liter air.

"Konsentrat ini mengandung surfaktan yang memutus suplai oksigen, sehingga bara api di dalam tanah gambut bisa langsung dingin dan padam," jelasnya, Rabu (23/9/2026).

Terkait penggunaan cairan pemadam khusus tersebut, Kepolisian juga memastikan campuran pengeluar busa itu aman bagi ekosistem rawa maupun lahan pertanian di sekitarnya.

"Surfaktan yang digunakan dipastikan ramah lingkungan dan tidak merusak mikroorganisme maupun vegetasi di lahan yang ditangani," sebut keterangan tertulis Bidlabfor Polda Kalsel.

Melihat rumitnya proses penanganan titik api yang berada di bawah tanah, pihak kepolisian menjadikan momen ini untuk terus mengingatkan warga akan bahaya laten karhutla di musim kemarau.

"Mengingat sulitnya proses pemadaman di area gambut, kami terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tegasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
metode suntik gambut cairan surfaktan karhutla kebakaran lahan Kabupaten Balangan