RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kebakaran di Jalan Cempaka XI, Kompleks Yayasan Bahari, RT 2, Banjarmasin Tengah, Sabtu (19/9/2026) menjelang siang, berujung pada diamankannya seorang pria berinisial FR alias Aji.
Pria berusia 50 tahun tersebut diamankan setelah diduga menjadi orang yang membakar rumahnya sendiri. Api kemudian membesar dan merembet ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi.
Sedikitnya lima bangunan terdampak dalam kejadian tersebut. Kondisinya bervariasi, mulai dari rusak sekitar 50 persen hingga hangus seluruhnya.
Kapolsek Banjarmasin Tengah AKP Bimasa Zebua membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pria yang sebelumnya diamankan warga dan relawan pemadam kebakaran.
"Memang ada satu orang yang kami amankan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan untuk memastikan apakah yang diamankan masyarakat ini benar sebagai pelaku dalam kejadian kebakaran tersebut," ungkapnya.
Bimasa menegaskan, pihaknya masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
"Untuk saat ini masih proses penyelidikan. Kami masih mencari alat bukti dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Sementara itu, terkait kondisi FR, Bimasa mengatakan pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari interogasi awal dan data yang kami dapat, yang bersangkutan pernah menjalani rehabilitasi di Sambang Lihum. Ada informasi terkait gangguan kejiwaan. Karena itu, kami perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisinya saat ini," jelasnya.
Polisi, lanjut Bimasa, juga akan berkoordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Sosial untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai hasil pemeriksaan.
"Kami akan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan Dinas Sosial terkait seperti apa proses selanjutnya," pungkasnya.
Dugaan keterlibatan FR mencuat karena warga mengaku sudah beberapa kali menggagalkan upaya pembakaran yang diduga dilakukan pria tersebut.
Petugas keamanan kompleks, Syaipul, 58, mengatakan kejadian Sabtu siang merupakan yang keenam kalinya. Sebelumnya, warga beberapa kali mendapati FR diduga berusaha memicu kebakaran.
"Sudah sering melakukan, sudah lima kali. Ini yang kami kecolongan. Orangnya memang meresahkan. Kalau sedang mengamuk, dia sering membawa-bawa ingin membakar rumah," tuturnya.
Saat kejadian, Syaipul mengaku sedang berada di depan pos keamanan. Tiba-tiba FR berlari keluar sambil berteriak kebakaran.
"Saya langsung masuk ke kompleks. Ternyata api sudah membesar dari rumah Aji," katanya.
Menurut dia, sebelumnya FR pernah diamankan polisi dan dibawa ke RS Sambang Lihum setelah diduga melakukan upaya pembakaran.
Keterangan serupa disampaikan Widya, 42, warga yang rumahnya berseberangan dengan rumah FR. Rumah peninggalan orang tuanya yang ditempati kakaknya, Berry, 51, bersama keluarga, ikut menjadi korban dan ludes terbakar.
"Sejak tadi malam kakak saya cerita, dia sudah mengamuk dan berteriak-teriak. Kejadian seperti ini sebenarnya sudah biasa. Sebelumnya juga beberapa kali ada upaya membakar rumah," tutur Widya.
Widya menyebut sekitar enam bulan lalu FR juga sempat diamankan polisi. Saat itu, menurut dia, sebuah lemari di dalam rumah diduga dibakar.
"Waktu itu lemari yang dibakar, tapi cepat diketahui warga sehingga langsung dipadamkan. Biasanya setelah menyulut api, dia langsung lari keluar," jelasnya.
Namun, pada kejadian kali ini warga terlambat mengetahui api sudah membesar.
"Ini sudah keenam kalinya. Kami sangat khawatir karena rumahnya berdempetan dengan rumah warga," tambah Widya.
Kekhawatiran juga dirasakan Hj Atul, warga yang rumahnya persis berada di samping rumah FR. Ia bahkan membuat pembatas berupa tembok dan seng tinggi di sisi rumah karena khawatir api kembali merembet.
"Orangnya sangat meresahkan. Kejadian seperti ini sudah kesekian kalinya dan merugikan kami. Kami berharap jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," tegasnya.
Ketua RT 2, H Zainur, membenarkan bahwa sebelumnya warga sudah beberapa kali melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kelurahan dan Bhabinkamtibmas.
Menurutnya, FR juga pernah diamankan polisi dan menjalani perawatan di RS Sambang Lihum.
"Warga sebelumnya sudah pernah menyampaikan persoalan ini. Bahkan ada yang sepakat membuat surat pernyataan karena khawatir, tetapi ada juga warga yang tidak sependapat karena merasa iba," jelas Zainur.
Namun, setelah kejadian kebakaran Sabtu siang, kekhawatiran warga kembali mencuat."Bagaimana tidak khawatir, dampaknya bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga keselamatan warga. Kami ingin ada solusi yang jelas," tegasnya.
Sebelumnya, usai meninggalkan lokasi kebakaran, FR sempat diamankan warga dan relawan damkar. Situasi bahkan sempat memanas karena sejumlah warga yang kesal berusaha menghakiminya.
Personel Polsek Banjarmasin Tengah yang tiba di lokasi kemudian mengamankan FR dari kerumunan dan membawanya ke Mapolsek Banjarmasin Tengah.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran serta mendalami dugaan keterlibatan FR dalam peristiwa tersebut.