RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Warga Kompleks Yayasan Bahari, Jalan Cempaka XI, RT 2, Banjarmasin Tengah, kembali dibuat geger. Empat rumah terbakar, Sabtu (19/9/2026) menjelang siang.
Dua rumah di antaranya ludes dilalap api. Sementara dua lainnya mengalami kerusakan berat. Menurut warga, kebakaran tersebut bukan kali pertama terjadi.
Bahkan, sebelum kejadian, sudah lima kali upaya pembakaran yang diduga dilakukan salah seorang penghuni rumah berinisial AJ berhasil digagalkan warga.
Kali keenam, warga kecolongan. Api sudah membesar hingga merembet ke rumah di sekitarnya.
Syaipul, (58) petugas keamanan kompleks mengatakan AJ sudah beberapa kali membuat warga resah dengan ulah serupa.
"Sudah sering melakukan (pembakaran, red), sudah lima kali. Ini yang kami kecolongan. Orangnya memang meresahkan. Kalau sedang mengamuk, dia sering membawa-bawa ingin membakar rumah," ucapnya.
Menurut Syaipul, saat kejadian, dirinya sedang duduk di depan pos keamanan. Tiba-tiba AJ berlari keluar sambil berteriak kebakaran.
Mendengar teriakan tersebut, Syaipul langsung masuk ke dalam kompleks. Betapa kagetnya dia ketika melihat kobaran api sudah membesar.
"Ternyata rumah AJ yang terbakar. Kami yakin dia yang melakukan, karena sudah lima kali sebelumnya ada upaya seperti ini. Waktu itu, AJ sempat diamankan Polisi dan dibawa ke RSJ Sambang Lihum," katanya.
Syaipul mengaku heran karena AJ kemudian kembali berada di lingkungan tersebut.
"Padahal sudah membahayakan orang lain. Kami khawatir kejadian seperti ini terulang lagi," ujarnya.
Widya (42), salah seorang warga yang rumahnya berseberangan dengan rumah AJ mengatakan api juga membakar rumah peninggalan orang tuanya.
Rumah tersebut dihuni kakaknya, Berry (50), bersama keluarganya. Kondisi rumah tersebut kini ludes terbakar.
"Sejak tadi malam kakak saya cerita, dia (AJ, red) sudah mengamuk dan berteriak-teriak. Kejadian seperti ini sebenarnya sudah biasa. Sebelumnya juga beberapa kali ada upaya membakar rumah," tutur Widya.
Enam bulan lalu, kata Widya, AJ juga sempat diamankan Polisi lantaran diduga berusaha membakar sesuatu di dalam rumah.
"Waktu itu lemari yang dibakar, tapi cepat diketahui warga sehingga langsung dipadamkan. Biasanya setelah menyulut api, dia langsung lari keluar. Warga kemudian sadar dan cepat memadamkan," jelasnya.
"Ini sudah keenam kalinya. Kami sangat khawatir karena rumahnya berdempetan dengan rumah warga," tambah Widya.
Kekhawatiran serupa dirasakan Hj Atul, warga yang rumahnya persis bersebelahan dengan rumah AJ. Karena khawatir kejadian serupa terjadi, ia bahkan membuat pembatas berupa tembok dan seng tinggi di sisi rumahnya.
"Orangnya sangat meresahkan. Kejadian seperti ini sudah kesekian kalinya dan merugikan kami. Kami berharap jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," tegasnya.
Ketua RT 2, H Zainur membenarkan bahwa sebelumnya sudah beberapa kali terjadi upaya pembakaran yang diduga dilakukan AJ.
Persoalan tersebut, kata dia, bahkan sudah disampaikan kepada pihak Kelurahan dan Bhabinkamtibmas.
AJ juga pernah diamankan Polisi dan menjalani perawatan di RS Sambang Lihum.
"Memang sudah pernah diamankan. Tapi kemudian kembali lagi ke lingkungan sini. Kami khawatir karena dampaknya bukan hanya untuk dirinya, tapi juga keselamatan warga," katanya.
Zainur berharap ada penanganan yang jelas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Bagaimana tidak khawatir, keluarga atau saudaranya juga sepertinya sudah tidak peduli lagi. Kami ingin ada solusi, karena keselamatan warga juga harus dipikirkan," tegasnya.
Sementara itu, setelah meninggalkan lokasi kebakaran, AJ sempat diamankan sejumlah warga dan relawan damkar.
Situasi sempat memanas karena warga yang kesal berusaha menghakiminya.
Beruntung, personel Polsek Banjarmasin Tengah segera tiba di lokasi dan mengamankan AJ dari kerumunan massa.
Selanjutnya, AJ dibawa ke Mapolsek Banjarmasin Tengah untuk menjalani pemeriksaan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran dan status hukum AJ masih menunggu keterangan resmi dari pihak Kepolisian.
Editor : Fauzan Ridhani