Peralatan Salvage Virgo Transport 8 Digeser dari Surabaya, Tim Bersiap Angkat Kapal

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:30 WIB
PANTAU KONDISI KAPAL: Posisi kapal Virgo Transport 8 telah bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara dari titik awal. Kedalamannya juga bertambah dari sekitar 21 meter menjadi sekitar 29 meter. (Dok. Basarnas untuk Radar Banjarmasin)
PANTAU KONDISI KAPAL: Posisi kapal Virgo Transport 8 telah bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara dari titik awal. Kedalamannya juga bertambah dari sekitar 21 meter menjadi sekitar 29 meter. (Dok. Basarnas untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8 memasuki tahap baru. Setelah 114 korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, fokus tim kini diarahkan pada upaya pengangkatan bangkai kapal atau salvage.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, keputusan tersebut menjadi langkah lanjutan operasi setelah proses evakuasi korban yang telah ditemukan dilakukan. 

Peralatan untuk salvage juga mulai digeser oleh pihak pemilik kapal dari Surabaya menuju lokasi.

“Yang jelas, malam ini perlengkapan untuk operasi tersebut sudah digeser dari Surabaya menuju lokasi,” kata Yudhi saat menyampaikan perkembangan operasi SAR hari kelima, Kamis (17/9/2026) malam.

Menurutnya, seluruh unsur di lapangan kini tetap berkoordinasi dengan pihak owner dan tim ahli agar proses pengangkatan dapat segera dimulai. Operasi salvage menjadi fokus utama dalam perkembangan pencarian berikutnya.

Yudhi mengatakan, kondisi bangkai kapal saat ini memungkinkan untuk dilakukan persiapan pengangkatan. 

Berdasarkan pemantauan dari udara menggunakan helikopter HR-3601 Basarnas, badan kapal masih terlihat jelas meski telah berada di bawah permukaan laut.

Posisi kapal telah bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara dari titik awal. Kedalamannya juga bertambah dari sekitar 21 meter menjadi sekitar 29 meter.

Dari pemantauan tersebut, badan kapal masih terlihat mulai dari bagian buritan hingga haluan. 

Kapal juga disebut mengalami kemiringan dan diperkirakan tersangkut atau sedikit kandas di dasar laut yang kedalamannya maksimal sekitar 30 meter.

“Masih bisa terlihat dengan jelas bodi kapal, kemudian kemiringannya juga,” ujar Yudhi.

Kondisi di sekitar kapal juga relatif bersih. Tidak ditemukan kebocoran yang menyebabkan minyak, oli, maupun bahan lain mencemari perairan.

Air di sekitar bangkai kapal bahkan masih cukup jernih sehingga kondisi badan kapal dapat diamati dari udara maupun melalui penyelaman.

 

Ruang Kapal Masih Kedap

Kondisi badan kapal yang masih kedap menjadi salah satu perhatian tim dalam rencana pengangkatan. 

Yudhi menyebut, bagian dalam kapal masih tertutup sehingga sejumlah bagian yang sebelumnya tidak dapat terlihat masih berpotensi menyimpan informasi maupun temuan.

Karena itu, apabila bangkai kapal berhasil diangkat, langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan dan evakuasi lanjutan. 

Tim akan mengecek bagian dalam kapal untuk memastikan kemungkinan masih adanya korban yang belum ditemukan.

“Kita cek, mohon maaf, mungkin kita berharap juga masih ada saudara-saudara kita di situ. Kita amankan,” katanya.

Setelah proses tersebut, bangkai kapal akan digeser ke lokasi yang ditentukan. 

Yudhi menyebut Banjarmasin menjadi salah satu lokasi terdekat yang memungkinkan untuk penanganan selanjutnya.

Bangkai kapal dan sejumlah temuan nantinya dibutuhkan KNKT untuk kepentingan pemeriksaan kecelakaan.

 

Penyelam TNI AL Turun

Persiapan salvage juga mendapat dukungan dari tim penyelam TNI AL dan Kopaska. 

Pada hari kelima, mereka dapat melakukan penyelaman dari KRI GNR sejak pukul 06.00 hingga 14.00 Wita.

Penyelaman baru dapat dilakukan lebih leluasa setelah arus bawah laut melemah. Sebelumnya, arus mencapai sekitar 6,8 knot, sedangkan pada Kamis turun menjadi sekitar 1,8 hingga 2 knot.

Tim penyelam memasang tali tambat untuk membantu pergerakan penyelam dari permukaan menuju kedalaman. Mereka sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi badan kapal di bawah air.

Hasil pengamatan tersebut memperlihatkan badan kapal masih dapat terlihat jelas dari buritan hingga haluan. Kondisi air yang jernih juga membantu tim mendapatkan dokumentasi bagian kapal.

Selain penyelam dan Kopaska, Guskamla II memimpin unsur-unsur KRI yang berada di lokasi. 

Dinas Navigasi juga memasang buoy atau rambu peringatan di sekitar lokasi untuk memberikan tanda kepada kapal yang melintas. Pemasangan rambu dilakukan sejak sekitar pukul 06.00 hingga 11.00–12.00 Wita. 

Langkah tersebut untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mendukung kegiatan operasi di sekitar lokasi bangkai kapal.

Editor : Arif Subekti
operasi SAR KM Virgo Transport 8 memasuki tahap persiapan pengangkatan bangkai kapal 114 korban