RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Tapin kembali menjadi sorotan DPRD setempat. Pasalnya, pemadaman yang sebelumnya disebut akan berangsur normal pada 25 Agustus 2026 masih terjadi di sejumlah wilayah hingga memasuki September.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, DPRD Kabupaten Tapin kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak PLN ULP Rantau dan Binuang.
Sejumlah instansi terkait turut diundang, di antaranya BKAD, Disperkimtan, DLH, serta seluruh camat se-Kabupaten Tapin.
Ketua DPRD Kabupaten Tapin Achmad Riduan Syah mengatakan, RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar pada 5 Agustus 2026.
Saat itu, pihak PLN menyampaikan bahwa kondisi pemadaman bergilir akan berangsur pulih. Bahkan, pihak PLN menyebut pada 07 Agustus akan kembali pulih namun dalam status siaga, dan ditargetkan kembali normal pada 25 Agustus.
Namun, memasuki September, pemadaman bergilir ternyata masih terjadi.
“Tujuannya tidak lain menindaklanjuti RDP sebelumnya yang dilaksanakan 5 Agustus 2026. Saat itu pihak PLN menyampaikan kondisi padam bergilir akan memulih tanggal 07 Agustus dan tanggal 25 Agustus kembali normal,” kata Achmad, Kamis (17/9/2026).
Karena pemadaman masih terjadi, DPRD ingin mendapatkan penjelasan langsung mengenai kondisi sistem kelistrikan dan penyebab belum normalnya pasokan listrik di wilayah Tapin.
“Namun saat ini padam bergilir masih ada. Itu yang kita pertanyakan, karena itu kita laksanakan pertemuan ini untuk mendengarkan langsung penyebabnya,” ujarnya.
Ketua dewan juga mengapresiasi pihak PLN yang dinilai terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi kelistrikan.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Rantau Ferry Yurdian menjelaskan, pemadaman bergilir masih terjadi akibat kondisi sistem kelistrikan Kalimantan yang belum sepenuhnya pulih.
Menurutnya, masih terdapat gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap kondisi sistem kelistrikan secara keseluruhan.
PLN, kata Ferry, terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi gangguan sekaligus mempercepat pemulihan pasokan listrik.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mempercepat pemasangan instalasi pembangkit sewa. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan listrik selama sistem dalam proses pemulihan.
Ferry juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik.
Terlebih, komitmen sebelumnya yang menyebut kondisi pemadaman bergilir akan berangsur pulih pada 25 Agustus belum sepenuhnya terwujud.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena kondisi yang sebelumnya kami sampaikan akan berangsur pulih pada 25 Agustus, sampai saat ini masih belum sepenuhnya normal,” ujarnya.
Ferry menyebut, proses pemulihan sistem kelistrikan masih terus dilakukan dengan mengikuti arahan dari pos induk.
PLN memperkirakan kondisi kelistrikan akan berangsur pulih hingga akhir September, dengan catatan berbagai upaya pemulihan dan penanganan gangguan dapat berjalan sesuai rencana.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Tapin mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemadaman bergilir tidak hanya berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, tetapi juga kegiatan pemerintahan, pelayanan publik, dunia usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
DPRD berharap penjelasan PLN kali ini dapat menjadi dasar untuk mengawal proses pemulihan kelistrikan di Tapin, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas apabila pemadaman masih harus dilakukan.
PLN sendiri memastikan upaya pemulihan terus berjalan agar pasokan listrik di Kalimantan, khususnya Kabupaten Tapin, dapat kembali normal secara bertahap.
Editor : Arif Subekti