RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap musibah tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki hari kelima, Kamis (17/9).
Pada fase ini, tim SAR gabungan memfokuskan strategi penyisiran pada dua sektor utama, yakni jalur udara dan laut, guna mempercepat pencarian 129 penumpang yang masih hilang.
"Memasuki hari kelima, operasi pencarian dan pertolongan terus diintensifkan dengan melibatkan berbagai unsur SAR dari instansi pemerintah, TNI/Polri, serta potensi SAR lainnya," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana.
Berdasarkan data sementara, total korban dalam musibah ini mencapai 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang ditemukan meninggal dunia.
Sudayana menjelaskan bahwa pada operasi hari kelima, penyisiran jalur udara mengerahkan helikopter milik Basarnas, Polri, dan TNI AL.
Sektor udara difokuskan untuk menyisir area perairan seluas kurang lebih 1.489 nautical mile (NM) persegi.
Sementara untuk jalur laut, armada kapal membagi jangkauan menjadi empat sektor utama dengan total luas area pencarian mencapai sekitar 5.600 NM persegi.
Penyisiran intensif ini dilakukan setelah fisik kapal KM Virgo Transport 8 secara visual sudah tidak terlihat di permukaan laut dari jarak 1,1 NM sejak Rabu (16/9).
Namun, deteksi bawah air oleh unsur TNI AL menggunakan sonar aktif berhasil mengidentifikasi posisi objek diduga kapal pada koordinat 04°31,667' S – 114°00,245' T, yang bergeser sekitar 500 yard ke arah tenggara dari posisi sebelumnya.
Petugas juga telah menemukan satu unit life raft yang diduga milik kapal tersebut di perairan Kuala Pembuang.
Meski tim di lapangan sempat menghadapi dinamika cuaca yang berubah cepat, kondisi terkini di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,5 meter, sehingga penyisiran tetap dapat berjalan optimal.
"Basarnas menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan akan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan pertolongan hingga seluruh korban dapat ditemukan," tegas Sudayana.