Dalm Sehari, Dikepung 22 Titik Api

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB
PENANGANAN: Petugas dan relawan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banjar. Sejumlah lokasi terkendala medan dan jauhnya sumber air. (BPBD BANJAR)
PENANGANAN: Petugas dan relawan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banjar. Sejumlah lokasi terkendala medan dan jauhnya sumber air. (BPBD BANJAR)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Karhutla kembali menyeruak di Kabupaten Banjar. Dalam waktu kurang dari enam jam pada Senin (14/9/2026), Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar menerima 22 laporan titik api yang tersebar di lima kecamatan.

Laporan pertama masuk pukul 09.42 Wita dari Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura. Laporan terus berdatangan hingga sore. Laporan terakhir tercatat pukul 15.37 Wita dari Desa Jingah Habang Ulu, Kecamatan Karang Intan.

Lima kecamatan yang menerima laporan tersebut yakni Martapura, Gambut, Sungai Tabuk, Martapura Barat, dan Karang Intan.

Martapura dan Gambut menjadi wilayah dengan laporan titik api terbanyak sepanjang periode tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan sejumlah titik berhasil ditangani petugas bersama relawan dan dinyatakan aman.

Penanganan dilakukan dengan mengerahkan unit pemadam, termasuk kendaraan tangki dan pikap yang dilengkapi tandon air.

“Sejumlah titik berhasil ditangani petugas maupun relawan dan dinyatakan aman,” ujar Wasis.

Menurutnya, kecepatan respons petugas dan relawan menjadi salah satu faktor agar api tidak meluas.

Personel BUSER 690, TNI-Polri, serta relawan bergerak bersama menangani laporan yang masuk.

“Peran kawan-kawan di BUSER 690, unsur TNI Polri, dan petugas relawan lainnya yang sigap serta gerak cepat, membuat karhutla dapat tertangani dan tidak berdampak luas,” katanya.

 

Api Dekati Permukiman

Namun, pemadaman di lapangan tidak selalu berjalan mudah.

Wasis menyebut medan yang sulit dan keterbatasan sumber air masih menjadi kendala di sejumlah lokasi. Tim gabungan harus mengerahkan kendaraan tangki untuk memasok air ke titik kebakaran.

Kondisi tersebut juga terjadi dalam penanganan karhutla di Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan.

Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggapp (RAKAT) bersama relawan lain dan warga harus melakukan pemadaman secara estafet.

Anggota RAKAT Muhammad Azim mengatakan cara tersebut dilakukan karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Di sisi lain, lahan yang terbakar berada mendekati permukiman warga.

“Penanganan karhutla ini, kami bersama rekanan dan warga sekitar melakukan sistem estafet karena jauhnya sumber air dan yang terbakar lahan mendekati pemukiman warga,” ujarnya.

Pemadaman di lokasi tersebut berlangsung lebih dari empat jam.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan pembasahan untuk mencegah bara kembali menyala.

Kondisi tersebut diakuinya menjadi salah satu tantangan penanganan karhutla di Kabupaten Banjar. 

“Respons cepat tetap diperlukan untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terlebih ketika lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman,” pungkas Azin.

Editor : Arif Subekti
karhutla dikepung banjir Pusdalops kabupaten banjar titik api