RADARBANJARMASIN.JAWA POS.COM, BANJARBARU — Tiga hari pasca musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, kondisi Mia Melinda (28), korban selamat yang dievakuasi melalui udara, kini dilaporkan makin membaik.
Mia saat ini menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit TNI AU Lanud Sjamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan didampingi sang suami.
Warga asal Kendal, Jawa Tengah, tersebut sebelumnya dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin HR 3601 milik Basarnas dan mendarat di Lanud Sjamsudin Noor pada Senin (14/9/2026) pukul 14.00 Wita.
Sebelum evakuasi udara dilakukan, Mia sempat diselamatkan oleh kapal tunda (tugboat) yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
"Kondisinya sudah mendingan dan jauh lebih enakan. Sekarang sudah ada suami yang mendampingi," ujar Mia saat ditemui di rumah sakit, Rabu (16/9/2026).
Mia, yang bekerja sebagai kru musik di kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut, membagikan kesaksian pilunya saat kapal mulai dihantam cuaca buruk. Ia mengaku sudah memiliki firasat kurang menyenangkan sejak awal keberangkatan.
Suara ketukan keras berulang kali terdengar dari badan kapal di tengah hantaman ombak besar.
Kepanikan mencapai puncaknya pada tengah malam. Koridor kapal mulai menanjak akibat posisi badan kapal yang perlahan miring. Sejumlah kru kapal dari dek bawah berlarian ke lantai atas menyuarakan peringatan agar seluruh penumpang terbangun.
Meski belum menghafal jalur evakuasi karena baru bekerja satu minggu di kapal tersebut, Mia nekat berlari dan memanjat ke dek paling atas.
"Posisi kapal sudah miring sekali. Saya bertahan di railing (pagar) kapal atas, lalu nekat melompat tepat saat kapal terbalik penuh. Kepala saya sempat bentur besi-besi kapal. Kalau tidak nekat lompat, mungkin saya sudah ikut tenggelam ke bawah," ungkapnya.
Berbekal jaket pelampung, Mia terlempar jauh dari badan kapal sehingga terhindar dari isapan pusaran air.
Ia terombang-ambing di laut lepas sejak tengah malam hingga pukul 05.00 Wita sebelum akhirnya ditolong oleh kapal tunda dan tongkang.
Berbeda dari korban selamat lain yang dipindahkan ke Kapal Haida, Mia harus menunggu penanganan khusus tim SAR di atas tongkang karena mengalami luka lebam berat pada bagian kaki yang membuatnya tak sanggup memanjat tangga kapal.
Sementara itu, rasa cemas luar biasa yang sempat menyelimuti Sutopo, suami Mia, kini berganti lega.
Sutopo yang saat kejadian berada di Kalimantan Timur sempat pasrah lantaran kontak dengan sang istri terputus total sejak pukul 02.20 Wita.
Rasa panik makin memuncak saat data manifes korban selamat Kapal Haida yang dirilis Minggu sore seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.
"Waktu lihat data korban selamat semuanya laki-laki, tidak ada nama istri saya, badan saya langsung lemas. Saya cuma bisa ngabarin mertua dan nunggu keajaiban," tutur Sutopo.
Kabar baik akhirnya datang pada Senin sore melalui pesan singkat dari akun resmi Basarnas di media sosial TikTok yang mengonfirmasi keberadaan serta kondisi selamat sang istri.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menyatakan bahwa pasien dalam kondisi stabil dan terus dipantau oleh tim medis.
"Kondisi pasien secara umum selamat dan sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada cedera lebam dan luka ringan di bagian kepala," terang Kolonel Pnb Hilman.
Pihak rumah sakit telah melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan rontgen untuk memastikan tidak ada cedera dalam yang serius.
Editor : Arif Subekti