RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kitabaru– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan dekat Desa Bakau dan Desa Kalian, Kecamatan Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru.
Kobaran api membakar kawasan hutan dan lahan. Kondisi semakin mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman warga.
Kepulan asap hitam terlihat membumbung dari kawasan yang terbakar. Abu sisa kebakaran juga terbawa angin hingga memasuki kawasan permukiman.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Masyarakat juga khawatir api meluas akibat kondisi angin yang cukup kencang.
Dinas Satpol PP dan Damkar Kotabaru langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Jarak menuju Desa Bakau menjadi salah satu kendala. Dari pusat Kabupaten Kotabaru, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam jam melalui jalur darat.
Saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Rabu (16/9) Kasi Damkar Kotabaru Mukmin mengatakan, pihaknya mengerahkan dua armada truk suplai dengan kapasitas masing-masing 3.500 liter air.
Sebanyak 10 personel diterjunkan dan dipimpin langsung Kasi Damkar Kotabaru.
Dilanjutkanya, tim tiba di lokasi sekira pukul 23.00 hingga 01.00 WITA. Setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, petugas langsung bergerak menuju titik kebakaran.
Penyemprotan dilakukan pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan api dan asap.
“Kami langsung turun ke lapangan menyemprot karena lahan ini lahan gambut, ada masih membara di dalam,” ujar Kasi Damkar Kotabaru.
Kondisi lahan gambut menjadi tantangan bagi petugas. Sebab, bara api masih dapat bertahan di dalam tanah meski api di permukaan telah padam.
Petugas harus melakukan penyiraman berulang untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar mati.
Pemadaman juga difokuskan pada titik yang berada dekat pemukiman warga. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar dan mengancam rumah masyarakat.
Petugas kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.
“Sampai saat ini, kami juga masih disini kantor Kecamatan, bersama unsur terkait di wilayah Kecamatan Pamukan Utara, dan akan kembali kelapangan setelah pengisian air selesai,” ungkapnya.
Editor : Arif Subekti