Selamat dari Kecelakaan, Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jalani Pemeriksaan

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:08 WIB
KETERANGAN: Wamenhub RI Suntana didampingi Kabasarnas, Moh. Syafii saat memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Selasa (14/9/2026) malam. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
KETERANGAN: Wamenhub RI Suntana didampingi Kabasarnas, Moh. Syafii saat memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Selasa (14/9/2026) malam. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) RI Suntana memastikan nakhoda KM Virgo Transport 8 selamat setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan pelayaran di Laut Jawa.

Kepastian itu disampaikan Suntana dalam konferensi pers di Banjarmasin, Selasa (14/9/2026) malam. Ia mengatakan, nakhoda saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

“Untuk nakhoda, selamat dan sedang dilakukan pemeriksaan,” kata Suntana. 

Keberadaan VDR Belum Dipastikan 

Selain kondisi nakhoda, keberadaan Voyage Data Recorder (VDR) menjadi salah satu hal yang ditanyakan wartawan dalam konferensi pers tersebut.

VDR kerap disebut sebagai black box kapal karena perangkat tersebut merekam sejumlah data pelayaran yang dapat membantu proses investigasi.

Namun, Suntana belum dapat memastikan apakah VDR KM Virgo Transport 8 masih berada di kapal.

Menurut dia, keberadaan perangkat tersebut baru dapat diketahui setelah upaya pengangkatan kapal dilakukan.

“Untuk VDR atau black box-nya kapal itu, nanti setelah upaya kita bisa mengangkat kapal itu, mudah-mudahan masih ada. Dan nanti akan kita konfirmasikan,” ujarnya.

Suntana mengatakan, saat ini kondisi kapal masih berada di lokasi kejadian sehingga pihaknya belum mengetahui keberadaan VDR tersebut. 

Basarnas Pastikan EPIRB Aktif

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan perangkat sinyal darurat kapal atau EPIRB dalam kondisi aktif.

Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) merupakan perangkat yang digunakan kapal untuk memancarkan sinyal darurat ketika terjadi keadaan yang membutuhkan pertolongan.

“Jadi transmitter dari emergency kapal itu, saya pastikan aktif,” kata Syafii.

Menurutnya, sinyal EPIRB tersebut dipantau melalui sistem deteksi yang dimiliki Basarnas maupun negara lain yang tergabung dalam sistem pemantauan.

“Jadi saya pastikan EPIRB dari kapal itu aktif. Dan ini termonitor baik itu Australia, Singapura, maupun MEOLUT atau LEOLUT yang ada di Badan SAR Nasional,” ujarnya. 

Ada Jeda Penerimaan Sinyal Darurat

Sebelumnya, muncul pertanyaan mengenai kabar alarm atau sinyal darurat kapal tidak berbunyi. Syafii meluruskan bahwa perangkat tersebut bukan tidak aktif.

Menurut dia, persoalan yang terjadi adalah adanya jeda (delay) dalam penerimaan informasi.

Basarnas memiliki dua sistem deteksi, yakni LEOLUT dan MEOLUT. Keduanya didukung enam antena untuk menerima informasi yang dipancarkan melalui satelit.

“Bukan tidak berbunyi. Jadi setelah kita konfirmasi, itu aktif. Kenapa ada delay?” jelasnya.

Syafii menjelaskan, penerimaan informasi pada sistem tersebut bergantung pada data yang dikirimkan satelit.

Dengan konfigurasi enam antena, terdapat jeda tertentu dalam proses penerimaan sinyal.

Karena itu, informasi mengenai sinyal darurat terkadang juga dapat diterima dari negara lain yang tergabung dalam sistem pemantauan tersebut.

Ia menambahkan, sistem serupa di sejumlah negara maju memiliki jumlah antena yang lebih banyak.

Basarnas saat ini memiliki enam antena yang digunakan dalam sistem LEOLUT dan MEOLUT. 

Data VDR Dinanti untuk Investigasi

Sementara itu, keberadaan VDR masih menjadi bagian yang akan dipastikan dalam proses penanganan KM Virgo Transport 8.

Jika kapal berhasil diangkat dan perangkat tersebut masih dapat ditemukan, data di dalamnya berpotensi menjadi salah satu bahan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum kecelakaan.

 
Editor : Sutrisno
KM Virgo Transport 8 Kecelakaan basarnas