Kebun Karet Warga Karang Intan Terbakar, Relawan Padamkan Api dengan Peralatan Terbatas

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 10:12 WIB
BERJIBAKU: Relawan RAKAT bersama warga memadamkan karhutla di kawasan perkebunan karet Desa Karang Intan, Selasa (15/9/2026). (Dok RAKAT)
BERJIBAKU: Relawan RAKAT bersama warga memadamkan karhutla di kawasan perkebunan karet Desa Karang Intan, Selasa (15/9/2026). (Dok RAKAT)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Banjar. 

Kali ini, api membakar lahan perkebunan karet warga di perbatasan Desa Karang Intan dan Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Selasa (15/9/2026) sore.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Api membakar dedaunan dan material kering di bawah tegakan pohon karet. Sementara batang dan pohon karet di lokasi tersebut tidak sampai terbakar.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.48 Wita. Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggapp (RAKAT) bersama masyarakat sekitar langsung melakukan pemadaman.

Relawan menggunakan jet shutter dan sprayer solo untuk menangani titik api. Sekitar pukul 16.26 Wita, api berhasil dipadamkan.

Namun, pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya ketersediaan air. 

Sumber air yang tidak mudah ditemukan membuat suplai ke lokasi kebakaran harus dilakukan secara estafet menggunakan tandon.

Relawan RAKAT juga belum memiliki mobil tangki untuk mendukung penanganan karhutla.

Relawan RAKAT, Azim, mengatakan timnya sudah sekitar satu bulan terakhir aktif membantu pemadaman karhutla di wilayah Karang Intan dan sekitarnya.

“Tim RAKAT sudah bekerja kurang lebih sebulan terakhir, karena karhutla marak terjadi,” ujar Azim saat dihubungi, Rabu (16/9/2026). 

Selain persoalan air, keterbatasan perlengkapan pelindung juga menjadi kendala. Masker dan kacamata pelindung masih belum mencukupi kebutuhan relawan saat melakukan pemadaman.

Sebelumnya, RAKAT beberapa kali mendapat dukungan dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut. Di antaranya dari Dinas Lingkungan Hidup dan bantuan tangki air dari 7 Saudara. 

Dugaan Pembakaran Sengaja

Azim juga menyebut adanya dugaan pembakaran yang disengaja di tengah maraknya karhutla di wilayah tersebut.

Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

“Dimungkinkan ada yang sengaja membakar. Kemarin sempat ada yang kepergok, tetapi langsung lari,” katanya.

Setelah api berhasil dipadamkan, relawan bersama masyarakat melakukan pemeriksaan dan pembasahan di area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran. 

Azim menekankan bahwa kondisi lahan yang kering di tengah musim kemarau seperti sekarang ini membuat pihaknya harus meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi karhutla di wilayah Karang Intan perlu terus ditingkatkan. 

Editor : Sutrisno
karhutla Karang Intan Banjar