RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Tim gabungan dari berbagai instansi di Kabupaten Balangan harus memeras keringat pada Senin (14/9).
Dalam kurun waktu sehari, titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bermunculan dan melahap luasan lahan di dua kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Batumandi dan Lampihong.
Titik api pertama terdeteksi melalui aplikasi pantauan Si Pongi yang mengarah pada kawasan Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Batumandi. Area seluas kurang lebih 2,01 hektare yang terdiri dari lahan gambut, mineral, dan semak belukar ludes terbakar.
Di hari yang sama, berbekal laporan dari masyarakat, personel gabungan beserta TRC Lampihong dan relawan juga diterjunkan ke Desa Kusambi Hulu, Kecamatan Lampihong. Di lokasi ini, skala kebakaran terpantau lebih luas dengan luasan area terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.
Lahan gambut dan semak belukar yang terbakar di kawasan tersebut diketahui merupakan lahan bersengketa atau dalam kondisi status quo.
Rentetan kejadian kebakaran di dua lokasi ini semakin menegaskan tingginya kerawanan lingkungan di tengah puncak kemarau. Terlebih, Kabupaten Balangan saat ini tengah berada dalam masa status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan yang berlaku hingga 30 Oktober mendatang.
Kapolres Balangan, AKBP Arif Mansyur Supartono melalui Perwira Pengendali, Iptu Eko Budi Mulyono, memastikan bahwa tim gabungan selalu bergerak cepat merespons setiap deteksi titik panas di wilayah Balangan guna meminimalkan kerusakan lingkungan.
"Kegiatan penanganan ini diawali dari pantauan titik panas serta laporan warga. Kami bersama tim gabungan lintas instansi langsung memverifikasi ke lapangan dan melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas," ungkap Iptu Eko Budi Mulyono, Selasa (15/9).
Ia menjelaskan bahwa proses pemadaman, khususnya di area lahan gambut, membutuhkan penanganan berlapis. Meski kobaran api utama berhasil dikuasai dengan cepat, petugas tetap disiagakan untuk melakukan penyisiran dan pendinginan intensif hingga sore hari.
"Di area gambut, meskipun api di permukaan telah dinyatakan padam, titik asap sering kali masih muncul dari bawah tanah. Oleh karena itu, penyisiran dan pendinginan ekstra mutlak dilakukan guna mencegah munculnya kembali api susulan," tambahnya.
Menyikapi eskalasi titik panas di masa siaga darurat ini, jajaran Polres Balangan terus mengintensifkan patroli serta edukasi ke desa-desa rawan.
"Kami mengimbau dengan tegas agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan saat membuka lahan pertanian maupun perkebunan. Sinergi kita bersama sangat diharapkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana kabut asap," tegasnya.
Editor : Sutrisno