RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Penantian panjang masih dijalani keluarga M Syahril alias Arel, sopir ekspedisi yang menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Hingga Senin (14/9/2026), keluarga belum mendapat kabar mengenai keberadaan pria 40 tahun tersebut.
Di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Syamsudin, 65, bersama cucunya, M Husairi, 11, terus menunggu perkembangan pencarian. Syahril merupakan menantu Syamsudin sekaligus ayah Husairi.
Sejumlah keluarga dan kerabat penumpang lainnya juga masih berada di kawasan pelabuhan. Sesekali mereka beranjak dari kursi ruang tunggu ketika melihat keramaian di sekitar Pos SAR Nasional.
Harapan memperoleh informasi terbaru membuat keluarga bergegas mendekat setiap kali ada perkembangan.
"Masih belum dapat kabar. Belum ada perkembangan yang kami dapatkan. Setelah evakuasi sejumlah korban ke Dermaga Trisakti, kami cari, tapi tidak ada wajah atau nama menantu saya," ucap Syamsudin dengan raut wajah lelah.
Syamsudin datang ke Pelabuhan Trisakti bersama Husairi. Putrinya serta sejumlah saudara dan kerabat juga turut mendampingi.
Keluarga sempat meninggalkan pelabuhan untuk beristirahat setelah menunggu kedatangan para korban yang berhasil dievakuasi ke Banjarmasin pada Minggu malam.
"Tadi malam begitu dapat data yang berhasil dievakuasi ke Banjarmasin, kami langsung pulang untuk istirahat. Menginap di rumah anak saya yang lain di kawasan Belitung," ujarnya.
Syahril merupakan warga Sungai Punggu, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala. Dia bekerja sebagai sopir ekspedisi di PT MAL.
Sejak menerima kabar mengenai musibah kapal tersebut, pihak perusahaan turut mendampingi keluarga dalam menunggu perkembangan pencarian.
"Tetap kami bertahan menunggu kabar baik dari tim. Harapan kami, semoga menantu saya ditemukan dalam kondisi hidup dan selamat," ucap Syamsudin lirih.
Syahril diketahui berasal dari Hulu Sungai Tengah. Setelah menikah dengan putri Syamsudin, dia kemudian berdomisili di Anjir Muara.
"Keluarga dari pihak menantu saya juga sudah diberi kabar. Mereka juga berharap ada kabar keselamatan. Orangnya masih terus dicari," katanya.
Husairi Mencari Wajah Ayah
Penantian Syamsudin juga menjadi penantian Husairi. Putra sulung Syahril dari dua bersaudara itu terus berharap ayahnya segera ditemukan.
Bocah yang duduk di kelas VI SDN Sungai Punggu 2 tersebut memperhatikan satu per satu penumpang yang berhasil dievakuasi ketika kapal pembawa korban tiba di Dermaga Trisakti.
Namun, wajah yang dicarinya tak terlihat.
"Belum ada nama ayah saya di data itu. Tadi malam ketika kapal datang membawa penumpang yang dievakuasi, saya melihat tidak ada wajah ayah saya," ucap Husairi lirih.
Wajah Husairi tampak lelah. Bersama sang kakek, dia sudah cukup lama berada di Pelabuhan Trisakti menunggu perkembangan pencarian tim SAR.
Husairi mengatakan, keluarganya langsung berangkat ke Banjarmasin setelah mendapat informasi dari perusahaan tempat ayahnya bekerja bahwa kapal yang ditumpangi Syahril hilang kontak.
"Siang hari kami dapat kabar dari tempat ayah bekerja. Mereka mengabarkan kapal yang ditumpangi ayah saya hilang kontak. Kami langsung ke Banjarmasin," ceritanya.
Sementara itu, ibunya tidak ikut ke pelabuhan karena harus menjaga adik Husairi yang masih kecil.
"Ulun berharap abah selamat dan segera ada kabar dari tim pencarian," harap Husairi.
Perusahaan Dampingi Keluarga
Perwakilan PT MAL masih berada di Pelabuhan Trisakti untuk mendampingi keluarga Syahril.
Menurut pihak perusahaan, Syahril sudah cukup lama bekerja di PT MAL dan dikenal baik oleh rekan-rekannya. Dalam pekerjaannya, dia mengemudikan truk Fuso dan cukup sering melakukan perjalanan pulang-pergi ke Pulau Jawa menggunakan kapal laut.
Perusahaan juga masih menunggu informasi mengenai keberadaan Syahril dari tim pencarian.
"Kami di sini sejak kemarin menunggu informasi terkait kondisi dan kabar karyawan kami. Sampai saat ini, kami bersama keluarga masih menunggu kabar baik dari tim SAR," ujar perwakilan PT MAL. (*)
Editor : M. Ramli Arisno