RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Tapin. Dalam sehari, dua kebakaran terjadi di lokasi berbeda dengan total lahan terdampak sekitar 36,5 hektare.
Kebakaran terbesar terjadi di kawasan Desa Sungai Rutas Hulu hingga Sungai Kandang, Kecamatan Candi Laras Selatan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 35 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 12.00 Wita. Area yang terbakar didominasi semak dan pepohonan.
“Luas lahan yang terbakar sekitar 35 hektare. Untuk penyebabnya masih belum diketahui,” ujar Muhammad Nor berdasarkan data terbaru Pusdalops-PB BPBD Tapin.
Besarnya area yang terbakar membuat penanganan melibatkan banyak unsur. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin bersama Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, TRT, Bapara, Balakar, aparat desa, serta masyarakat dikerahkan ke lokasi.
Petugas menggunakan sejumlah peralatan untuk menjinakkan api, mulai unit tangki, mesin portabel, hingga mesin solo.
Kobaran api di kawasan Sungai Rutas Hulu hingga Sungai Kandang kemudian berangsur padam dan dinyatakan aman. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kebakaran Kedua di Tapin Utara
Pada hari yang sama, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Tarantang, Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara.
Api dilaporkan muncul sekitar pukul 13.00 Wita. Kebakaran menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan yang didominasi semak dan pepohonan.
“Untuk titik api sudah dapat dinyatakan aman dan tim masih tetap bersiaga,” kata Muhammad Nor.
Penanganan di Jalan Tarantang juga melibatkan tim gabungan. BPBD Tapin, Satpol PP dan Damkar, TNI, Polri, sejumlah BPK, Dinas Lingkungan Hidup, RAPI, serta masyarakat setempat melakukan pemadaman menggunakan unit tangki.
Dengan demikian, dua kebakaran tersebut menghanguskan total sekitar 36,5 hektare lahan dalam sehari. Penyebab kebakaran terbesar di Candi Laras Selatan masih belum diketahui.
BPBD Waspadai Titik Api Baru
BPBD Tapin mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan kering.
Pembakaran lahan tanpa pengawasan berisiko membuat api cepat menjalar ke area lain. Semak dan pepohonan kering juga membuat kawasan rawan lebih mudah terbakar.
Selain pencegahan oleh masyarakat, kesiapsiagaan petugas dan relawan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Kecepatan menuju lokasi serta ketersediaan peralatan pemadaman diperlukan agar kebakaran tidak meluas.
BPBD Tapin bersama unsur terkait masih memantau sejumlah wilayah rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dan mempercepat penanganan apabila kembali terjadi kebakaran. (*)
Editor : M. Ramli Arisno