RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban insiden kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus diintensifkan lewat jalur udara.
Lanud Sjamsudin Noor yang ditunjuk sebagai pangkalan operasi udara (Air Base Operations Center) mengerahkan armada gabungan untuk memperluas jangkauan penyisiran.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menyatakan, tim SAR gabungan membagi alutsista udara ke beberapa titik.
Armada yang dikerahkan meliputi dua helikopter dari Basarnas dan Kepolisian, satu pesawat CN-235 MPE milik TNI AL, satu pesawat Caravan BNPB, hingga armada tambahan Boeing Intai 737 dari Skadron Udara 5 Makassar.
Penyisiran difokuskan pada radius 50 hingga 70 nautical mile dari lokasi awal tenggelamnya kapal.
"Pencarian via udara terus dikembangkan. Kami menerjunkan armada patroli udara untuk memantau titik-titik lokasi life raft serta berkoordinasi dengan kapal-kapal di permukaan agar segera mengevakuasi survivor," terang Hilman saat ditemui di RS TNI AU, Senin (14/9).
Sempat 4 Jam Terombang-ambing di Laut
Dari hasil penyisiran tersebut, helikopter milik Basarnas berhasil menjemput seorang penumpang perempuan bernama Mia Melinda (28), warga asal Kendal, Jawa Tengah.
Mia sempat terombang-ambing di tengah lautan selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal tugboat yang melintas di sekitar area perairan.
Dari atas tugboat, Mia kemudian dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dan diterbangkan langsung menuju Lanud Sjamsudin Noor.
Setibanya di darat, perempuan 28 tahun tersebut langsung dilarikan ke RS TNI AU Syamsudin Noor Banjarbaru untuk mendapatkan penanganan medis.
"Kondisi pasien secara umum sadar dan bisa berbicara, meski ada luka ringan di bagian kepala. Saat ini tim medis RS TNI AU sedang melakukan pemeriksaan fisik komprehensif dan rontgen," lanjut Hilman.
Seperti Mimpi Buruk
Adapun, sambil menahan trauma, Mia mengaku insiden tenggelamnya kapal hingga momen bertahan di tengah gulungan ombak selama jam-jam kritis tersebut terasa seperti mimpi buruk.
"Semuanya seperti mimpi," singkatnya.
Guna mengantisipasi evakuasi susulan, Lanud Sjamsudin Noor telah menyiagakan posko kesehatan darurat yang dilengkapi armada ambulans dan tim medis penuh.
Helikopter Polri juga dikerahkan kembali ke titik operasi untuk mentransfer penumpang serta menyalurkan dukungan logistik bagi kapal-kapal penolong yang belum bisa merapat ke daratan akibat terhalang gelombang tinggi.