RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Petugas yang melakukan penanganan karhutla di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menemukan sejumlah bangkai bekantan di kawasan yang terbakar.
Dari temuan tersebut, jumlah bekantan yang mati terpanggang api karhutla dilaporkan sebanyak 10 ekor.
"Informasi terakhir bekantan yang mati ada 10 ekor," ujar Kapolres HSS, AKBP Awaludim Syam melalui Kapolsek Kalumpang, AKP Samsi, Senin (14/9/2026).
Temuan bangkai Bekantan itu diketahui saat petugas melakukan pemadaman karhutla pada Minggu (13/9/2026).
Bangkai Bekantan yang ditemukan kemudian dikumpulkan untuk memastikan jumlah bekantan yang menjadi korban.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Kepala Dispera KPLH HSS, Susilo Adianto yang menyebutkan jumlahnya 10 ekor.
"Bekantan yang mati sekitar 10 ekor. Di kawasan Balimau memang habitat Bekantan. Jumlahnya di sana cukup banyak, ada puluhan ekor," jelasnya.
Menurut Susilo, saat terjadi karhutla, Bekantan diduga terjebak dalam kobaran api dan kesulitan mencari jalan keluar.
Terlebih, api membakar vegetasi yang menjadi tempat satwa itu berada.
"Diduga, saat kebakaran kawanan Bekantan terkurung api, sehingga ada yang tidak sempat menyelamatkan diri," ujarnya.
Kemudian, Kepala Desa Balimau, Alamsyah mengatakan bekantan yang ditemukan mati memiliki ukuran berbeda-beda, yang kecil hingga besar.
Ia menyebut bekantan cukup sering terlihat berkumpul di kawasan tersebut.
"Kalau yang biasa terlihat perkiraan ada sekitar 60 ekor yang berkumpul di sana. Itu hitungan kasat mata," terangnya.
Sebelumnya, dalam video yang beredar, terlihat beberapa bekantan dalam kondisi hangus terbakar di sekitar lokasi karhutla.
Selain itu, seekor ular sanca juga terlihat ikut terbakar.
Editor : Fauzan Ridhani