RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Senin (14/9/2026) pagi.
Insiden yang diduga melibatkan satu unit bus Trans Banjarbakula (Bus Tayo) dan sepeda motor tersebut menewaskan seorang pelajar yang tengah dalam perjalanan menuju sekolah.
Korban teridentifikasi bernama Refan Taufik Hidayat, siswa kelas XII Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 2 Banjarbaru.
Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah usai tergeletak di kolong bus Trans Banjarbakula
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA tersebut sempat memicu kemacetan panjang.
Arus lalu lintas dari arah Landasan Ulin menuju pusat Kota Banjarbaru melambat signifikan selama proses evakuasi berlangsung.
Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar SMKN 2 Banjarbaru.
"Kami dari SMK Negeri 2 Banjarbaru, baik dari Kepala Sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya siswa kami, Revan dari kelas XII DPIB. Mudah-mudahan almarhum meninggal dalam keadaan husnul hatimah, Allah SWT menempatkan di tempat terbaik, dan keluarga diberikan keikhlasan serta ketabahan," ujar Kepala SMKN 2 Banjarbaru, Hj Nurul Huda, Senin (14/9/2026).
Menanggapi insiden memilukan yang terjadi pada jam rawan berangkat sekolah ini, Hj Nurul Huda turut mengeluarkan imbauan tegas terkait keselamatan berkendara bagi seluruh siswanya.
"Kami mengimbau kepada seluruh siswa agar mengupayakan berangkat sekolah lebih awal, sehingga tidak menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi atau terburu-buru. Berangkatlah lebih awal, berdoa, meminta restu orang tua, dan tetap menjaga perilaku serta kewajiban ibadah setiap hari agar kita selalu dalam lindungan-Nya," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kalsel, M Fitri Hernadi menegaskan pihak Pemprov Kalsel sangat menyesalkan peristiwa tersebut, mengingat aspek keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap operasional transportasi publik.
"Pertama, kami mengucapkan duka yang mendalam atas peristiwa pagi tadi yang melibatkan Trans Banjarbakula. Kami sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi karena kami selalu mengedepankan keselamatan dalam operasional," ujar Fitri Hernadi.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Dishub Kalsel langsung berkoordinasi dengan pihak operator armada, PT Bagong Dekatan Makmur, serta jajaran Ditlantas Polda Kalsel guna melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kami sudah berkoordinasi dengan operator dan Kepolisian. Ke depan akan ada pelatihan-pelatihan tambahan untuk para pengemudi (driver). Kami juga berharap pengguna jalan bisa saling menghormati keberadaan kendaraan angkutan umum pelayanan publik," tambahnya.
Fitri menjelaskan berdasarkan pengamatan awal rekaman video detik-detik kejadian, pengemudi bus Tayo sebenarnya sudah bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku.
Namun, benturan tidak dapat terhindarkan lantaran posisi sepeda motor korban berada sangat dekat dengan ruang gerak bus yang sedang melaju di lajur kanan.
"Dari video yang kami dapatkan, driver mengemudi sesuai aturan. Namun hal tidak diinginkan terjadi, karena jarak korban yang sangat dekat dengan bus di lajur kanan. Kami tidak fokus mencari siapa yang salah, tetapi ini menjadi atensi bersama bahwa keselamatan adalah nomor satu," tegasnya.
Terkait hak-hak korban, Pemprov Kalsel meminta pihak operator untuk segera membangun komunikasi aktif dengan keluarga almarhum guna penyaluran uang santunan, serta pemenuhan penanganan pasca-kejadian.
Hingga berita ini ditulis, Radar Banjarmasin masih menunggu informasi lanjutan dari pihak Lantas Polres Banjarbaru