Menhub Sebut KM Virgo Transport 8 Terbalik, 113 Penumpang Dievakuasi, 130 Lainnya Masih Dicari

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 17:32 WIB
JUMPA PERS: Menhub RI, Dudy Purwaghandi (kiri) dan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan keterangan kepada awak media di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin terkait tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).(Foto:Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
JUMPA PERS: Menhub RI, Dudy Purwaghandi (kiri) dan Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan keterangan kepada awak media di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).(Foto:Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Sebanyak 113 orang telah dievakuasi dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

Dari jumlah tersebut, enam orang meninggal dunia, satu mengalami luka berat, dan 106 lainnya selamat.

KM Virgo Transport 8 membawa total 243 orang saat mengalami kecelakaan. Dengan data terbaru tersebut, 130 orang masih dalam pencarian oleh tim SAR yang dikerahkan ke lokasi kejadian.

Rinciannya, TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang. Sebanyak 14 orang selamat, satu mengalami luka berat, dan satu meninggal dunia.

Kemudian TB TCP mengevakuasi enam orang. Hanya satu orang yang selamat, sedangkan lima lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, KM Haida mengevakuasi 69 orang dan seluruhnya dilaporkan selamat. 

KM Cahaya Bahari juga mengevakuasi 22 orang yang seluruhnya selamat.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan data korban tersebut masih bersifat sementara. Proses pencarian dan evakuasi hingga Minggu (13/9/2026) petang masih berlangsung.

Basarnas mengerahkan unsur laut dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar. Operasi juga diperkuat empat kapal perang TNI AL yang bergerak mendekati lokasi kejadian.

Selain kapal yang telah melakukan evakuasi, sejumlah unsur lain masih bergerak menuju lokasi.

Kapal-kapal yang berada di sekitar perairan juga dilibatkan untuk membantu pencarian korban.

Operasi pencarian turut diperkuat unsur udara. Basarnas mengerahkan pesawat dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, sementara Polri, TNI AL, dan BNPB juga menyiapkan dukungan udara untuk membantu pencarian dari atas.

Kapal Masih Terlihat Terbalik

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwaghandi mengatakan berdasarkan informasi dari helikopter, kondisi terakhir KM Virgo Transport 8 sekitar pukul 15.00 masih terlihat terbalik dan belum tenggelam.

Bagian bawah kapal terlihat berada di permukaan air. Kapal-kapal yang melakukan operasi juga masih berada di sekitar lokasi untuk menyebar ke sejumlah titik pencarian.

Dudy mengatakan posisi korban yang belum ditemukan masih menjadi fokus utama tim SAR. 

Belum diketahui apakah sebagian korban masih berada di dalam kapal atau sudah terbawa menjauh dari lokasi.

“Kami pada saat ini ada fokus untuk melakukan SAR, sampai dengan seluruh korban bisa ditemukan,” kata Dudy.

Lokasi kecelakaan berjarak sekitar enam jam perjalanan dari Banjarmasin. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengerahan unsur SAR menuju lokasi.

Basarnas menyatakan operasi dilakukan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO). 

Seluruh unsur pemerintah dan potensi SAR dikoordinasikan untuk mendukung pencarian dan penyelamatan korban.

Identitas Korban Belum Diverifikasi

Untuk enam korban meninggal dunia, identitas belum dapat dipastikan secara resmi.

Dudy mengatakan korban yang dievakuasi terlebih dahulu akan dibawa ke Pelabuhan Trisakti. 

Setelah itu, korban meninggal akan dikirim ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi.

Ia meminta keluarga penumpang bersabar menunggu proses evakuasi dan identifikasi. Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah rumah sakit apabila korban selamat membutuhkan penanganan medis.

Terkait penyebab kecelakaan, Pemerintah belum mengambil kesimpulan. Dudy mengatakan investigasi akan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), termasuk dengan meminta keterangan awak kapal dan penumpang.

Sebelum kejadian, awak kapal disebut telah melaporkan kondisi cuaca buruk kepada perusahaan. 

Beberapa jam kemudian, kapal dilaporkan mengalami perubahan center of gravity atau kemiringan dan kemudian mengirimkan permintaan bantuan dengan mengaktifkan EPIRB.

Namun, informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan karena masih menunggu hasil investigasi KNKT.

Hingga Minggu petang, pencarian 130 orang yang masih belum ditemukan terus dilakukan. Pemerintah menegaskan operasi akan dilanjutkan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel SAR di lapangan.

Editor : Fauzan Ridhani
KM Virgo Transport 8 Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Rudi Purwaghandi menhub banjarmasin