Dugaan Korupsi di PDAM Batola: Rumah Tersangka Sempat Kosong, Tiga Motor Kembali Disita

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 12:51 WIB
GELEDAH: Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Barito Kuala kembali melakukan penggeledahan di rumah D, salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi PDAM Batola, Jumat (11/9). (Kejari Batola)
GELEDAH: Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Barito Kuala kembali melakukan penggeledahan di rumah D, salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi PDAM Batola, Jumat (11/9). (Kejari Batola)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN - Rumah tersangka korupsi PDAM Barito Kuala kembali digerebek. Tim Pidsus Kejari Batola menyasar kediaman D, staf Administrasi dan Keuangan, Jumat (11/9), dan mengamankan tiga motor serta sejumlah dokumen yang diduga terkait aliran dana korupsi.

Penggeledahan dipimpin langsung Kasi Pidsus Kejari Batola, M Yogi Saputra dengan pengawalan personel TNI dan Polisi Militer (POM) TNI. "Ini kegiatan lanjutan yang merupakan pengembangan dari proses penyidikan yang sedang berjalan. Kami kembali menyisir salah satu titik, yakni rumah pribadi tersangka D," ungkap Yogi.

Saat tim penyidik tiba di rumah tersangka D, di Komplek Korpri Galam 7, Kelurahan Ulu Benteng, Marabahan Kota, rumah sempat dalam keadaan kosong. Namun, setelah menunggu beberapa waktu, pihak keluarga akhirnya datang sehingga tim penyidik dapat melanjutkan proses penggeledahan.

"Awalnya di rumah tidak ada orang. Setelah kami tunggu beberapa waktu, keluarga datang dan kami dapat melanjutkan penggeledahan, keluarga kooperaktif," ujarnya.

Penggeledahan yang berakhir sekitar pukul 14.30 Wita, berujung pada disitanya sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah ditangani. “Ada barang yang kami bawa karena dicurigai berkaitan dengan perkara, rinciannya ada tiga buah motor R2, dan ada juga beberapa dokumen,” beber Yogi.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola keuangan dan pengadaan barang dan jasa PDAM Barito Kuala yang telah menyeret empat orang tersangka.

"Untuk detail barang yang dibawa, nanti akan kami inventarisasi dan teliti terlebih dahulu. Apakah berkaitan langsung dengan perkara atau tidak, itu akan kami dalami dalam proses penyidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah barang bukti hasil penyitaan dipamerkan Kejari Batola. Mulai dari jam tangan bermerek, perhiasan, hingga puluhan tas dan dompet bermerek. Termasuk dua unit senapan airsoft gun yang diduga milik tersangka N. Selain itu sejumlah kendaraan roda empat, di antaranya Toyota Hiace, Toyota Hardtop, dan Toyota Fortuner yang merupakan hasil penyitaan terbaru. (lan/mof)

Editor : Arief M
PDAM Barito kuala Korupsi Kejari Batola barito kuala