Mayat di Kebun Karet Benua Tengah Tala Terungkap, Ternyata Warga yang Hilang Sejak Juni

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:53 WIB
TERUNGKAP : Jasad yang ditemukan di perkebunan karet Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, Jumat (11/9/2026) ternyata Afni (41), warga Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan.
TERUNGKAP : Jasad yang ditemukan di perkebunan karet Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, Jumat (11/9/2026) ternyata Afni (41), warga Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Misteri penemuan mayat laki-laki di kawasan perkebunan karet Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung mulai terungkap.

Jasad yang ditemukan pada Jumat (11/9/2026) diketahui bernama Afni (41), warga Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan.

Afni sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Juni 2026. Jasadnya ditemukan warga sekitar pukul 09.00 Wita di kawasan Waduk di Desa Benua Tengah, jalur menuju Desa Sungai Riam.

Kepala Desa Benua Tengah, Ismanu, membenarkan bahwa jasad yang ditemukan tersebut merupakan warga Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan.

“Jenazah yang ditemukan di Desa Benua Tengah Dusun 6 RT 7 setelah dicek oleh tim ternyata warga Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan,” katanya.

Identitas Afni semakin diperkuat dengan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar jasad. Di antaranya dompet yang berisi KTP atas nama Afni, STNK, kartu BPJS dan uang tunai.

Petugas juga menemukan gelang karet berwarna hitam, topi dan sandal di sekitar lokasi. Pakaian yang dikenakan korban juga disebut memiliki kemiripan dengan pakaian terakhir yang dikenakan Afni sebelum dilaporkan hilang.

Kapolsek Takisung, AKP Duki mengatakan, setelah menerima laporan warga, personel Polsek Takisung bersama Tim Inafis Polres Tanah Laut (Tala) mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Anggota bersama Tim Inafis Polres Tala meluncur ke TKP. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Hadji Boejasin untuk divisum dan nantinya diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi telentang dan telah mengalami pembusukan. Sejumlah bagian tubuh, terutama area kepala, mengalami kerusakan jaringan. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan sebelum ditemukan.

Sebelumnya, keluarga Afni telah melaporkan kehilangan korban kepada pihak berwajib pada Juni 2026. Upaya pencarian juga dilakukan, termasuk penyisiran oleh tim BPBD Tala hingga ke sejumlah wilayah desa sekitar.

Setelah ditemukan, jenazah Afni dievakuasi oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI) Tala ke kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk menjalani visum dan pemeriksaan medis. 

Editor : Sutrisno
Tanah Laut Pelaihari mayat