RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN - Muhammad Fajrin, korban kebakaran dua unit speedboat milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Barito Kuala (Batola), meninggal dunia setelah hampir dua pekan menjalani perawatan akibat luka bakar.
Fajrin mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Dr H Moch Ansari Saleh, Kamis (10/9/2026) malam, menjelang waktu Isya.
Kepala Dishub Batola, M Jaya Hidayatullah membenarkan kabar meninggalnya salah seorang pegawainya tersebut.
Baca Juga: Dua Speedboat Dishub Batola Terbakar di Dermaga, Korban Luka Bakar Dilarikan ke RSUD
“Barusan kami mendapat kabar meninggalnya almarhum saat menjalani penanganan di RSUD Dr H Moch Ansari Saleh,” ucap Jaya, Kamis malam.
Jaya yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Batola turut menyampaikan duka atas meninggalnya Fajrin.
Fajrin merupakan salah satu korban kebakaran dua speedboat Dishub Batola di dermaga Jalan Pangeran Antasari Nomor 1, tepat di depan Kantor Pemkab Batola.
Insiden tersebut terjadi Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 19.46 Wita. Dua speedboat milik Dishub Batola terbakar ketika berada di dermaga.
Percikan Api Diduga dari Aki
Berdasarkan informasi sebelumnya, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api dengan cepat membakar dua speedboat yang berada di dermaga.
Saat kejadian, terdapat tiga orang di dalam speedboat, yakni Muhammad Nugraha, Muhammad Fajrin, dan M Halil. Ketiganya sedang mengeluarkan air dari dalam speedboat menggunakan sebuah alat.
Ketika alat tersebut digunakan, diduga muncul percikan api dari bagian aki. Percikan itu kemudian menyambar dan memicu kebakaran. Api lantas menjalar ke speedboat di sebelahnya.
Nugraha dan Fajrin mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut. Sementara M Halil dilaporkan selamat.
Fajrin kemudian menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialaminya. Setelah hampir dua pekan mendapat penanganan medis, ia meninggal dunia pada Kamis malam.
Editor : M. Ramli Arisno