102 Karhutla Terjadi di Tanah Bumbu, Luas Lahan Terdampak 328,5 Hektare

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:21 WIB
ASAP: Petugas berjibaku memadamkan karhutla di tengah kepungan asap di Batulicin, Tanah Bumbu. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin)
ASAP: Petugas berjibaku memadamkan karhutla di tengah kepungan asap di Batulicin, Tanah Bumbu. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Sebanyak 102 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat di Kabupaten Tanah Bumbu hingga 9 September 2026. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 328,5 hektare.

Data tersebut disampaikan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif saat memimpin Apel Penguatan Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2026, Kamis (10/9).

Andi Rudi Latif mengatakan, dari total luasan lahan terdampak, sekitar 219,3 hektare atau 66,8 persen telah berhasil ditangani dan dipadamkan.

“Alhamdulillah, dengan kerja keras dan sinergitas kita semua, kurang lebih 219,3 hektare atau 66,8 persen dari total luas tersebut telah berhasil kita tangani dan padamkan,” ujarnya.

Kecamatan Batulicin menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 28 kejadian, disusul Kusan Tengah dengan 26 kejadian.

Sementara itu, tiga desa dengan kejadian karhutla terbanyak yakni Gunung Tinggi, Satiung, dan Polewali Marajae.

Bupati juga menyoroti kebakaran besar di Desa Kersik Putih yang menghanguskan sekitar 40 hektare lahan. Lebih dari 30 hektare di antaranya telah berhasil ditangani.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sebanyak 42 unit mobil tangki pemadam dikerahkan bersama lebih dari 170 personel dari berbagai unsur, yakni BPBD, Satpol PP dan Damkar, TNI-Polri, Manggala Agni, serta relawan.

Meski sebagian besar lahan terdampak telah ditangani, Andi Rudi Latif menegaskan ancaman karhutla belum berakhir. Hasil pemantauan pada 9 September masih menemukan 11 titik panas (hotspot) di Tanah Bumbu.

Karena itu, ia meminta Satgas meningkatkan patroli terpadu dan deteksi dini, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Batulicin, Kusan Tengah, dan Simpang Empat.

Ia juga meminta aparat menegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum.

Selain itu, seluruh sarana penanganan karhutla diminta dalam kondisi siap operasi. Sebanyak 42 unit mobil tangki pemadam dan peralatan pendukung harus siap digunakan selama 24 jam saat dibutuhkan.

Andi Rudi Latif juga meminta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya karhutla.

Ia mengapresiasi dukungan BPBD, TNI, Polri, Brimob, Manggala Agni, Satpol PP dan Damkar, PDAM, PLN, aparat desa, relawan, serta dunia usaha dalam penanganan karhutla di Tanah Bumbu.

Kepada seluruh personel Satgas, ia berpesan agar menjaga kesehatan, melengkapi alat pelindung diri (APD), dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.

Editor : Arif Subekti
karhutla Terdampak Tanah Bumbu batulicin