RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Angin puting beliung menerjang Desa Tandui, Kecamatan Tapin Selatan, Selasa (8/9/2026) malam. Satu rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, sementara seorang penghuni rumah terluka akibat kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Tapin, peristiwa terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.
Rumah milik Baharun, warga RT 006/RW 003 Desa Tandui, menjadi salah satu bangunan yang terdampak. Dalam kejadian itu, atap dapur dan sebagian atap kamar rumah semi permanen tersebut terangkat diterjang angin.
Baharun bersama keluarganya yang berjumlah satu kepala keluarga dengan total sembilan jiwa menjadi warga terdampak dalam bencana cuaca ekstrem tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, selain menyebabkan kerusakan pada bangunan, kejadian tersebut juga mengakibatkan satu orang mengalami luka.
“Korban atas nama Baharun mengalami luka pada bagian kepala dan sudah mendapatkan perawatan,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Kerusakan rumah ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta. BPBD Tapin melakukan pendataan terhadap dampak kejadian sekaligus memastikan kondisi warga terdampak.
Kondisi cuaca saat kejadian menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan. Curah hujan yang sangat tinggi disertai hembusan angin kencang membuat bagian atap rumah warga tidak mampu bertahan.
Diberitahukan Muhammad Nor bahwa Pemerintah Kabupaten Tapin juga bergerak memberikan bantuan kepada warga yang terdampak cuaca ekstrem di Desa Tandui.
"Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mengalami kerusakan akibat bencana," ucapnya
Pemkab Tapin melalui BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Tapin.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi. Warga diminta menghindari berada di sekitar pohon besar, bangunan yang rawan roboh maupun lokasi terbuka saat cuaca ekstrem.
Kewaspadaan dini dinilai penting mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kerusakan maupun korban.
Editor : Arif Subekti