Mandi Bersama Teman, Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Martapura

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:17 WIB

PENCARIAN: Tim Water Rescue Alalak Selatan bersiap melakukan pencarian terhadap SHZ (11), bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, Minggu (6/9/2026). (Foto: Water Rescue untuk Radar Banjarmasin)
PENCARIAN: Tim Water Rescue Alalak Selatan bersiap melakukan pencarian terhadap SHZ (11), bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, Minggu (6/9/2026). (Foto: Water Rescue untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,  BANJARMASIN - Seorang bocah berinisial SHZ (11) dilaporkan tenggelam di Sungai Martapura, kawasan Jalan Sungai Jingah RT 06, Banjarmasin Utara, Minggu (6/9/2026) sore.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Sebelum tenggelam, SHZ diketahui mandi dan bermain di sungai bersama sejumlah temannya.

Mendapat laporan orang tenggelam, relawan water rescue gabungan bersama personel Satpolairud Polresta Banjarmasin langsung melakukan pencarian.

Petugas dan relawan menyisir sekitar lokasi kejadian hingga melakukan penyelaman. Namun, hingga Minggu malam, SHZ belum berhasil ditemukan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, SHZ diduga tidak bisa berenang. Meski demikian, ia ikut menceburkan diri ke sungai bersama teman-temannya.

Ketika SHZ mulai kesulitan di dalam air, teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan. Upaya itu tidak berhasil hingga SHZ akhirnya terbawa arus Sungai Martapura yang cukup deras.

Ketua RT 06 Sungai Jingah Suryadi membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayahnya. Namun, SHZ bukan warga RT setempat.

“Kejadiannya memang di wilayah kami, tetapi korban bukan warga sini. Saya mendapat kabar sekitar pukul 17.00 WITA,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterima Suryadi, SHZ tidak bisa berenang. Bocah tersebut juga disebut baru pertama kali bermain dan mandi di sungai itu.

Ayah Ikut Mencari Anaknya

Ayah SHZ turut mendatangi lokasi dan ikut dalam proses pencarian. Ia menumpangi speedboat milik personel Satpolairud Polresta Banjarmasin.

“Semoga kawan-kawan relawan water rescue berhasil menemukan anak saya,” harapnya.

Sang ayah mengaku terakhir kali anaknya berpamitan untuk bermain bola. Ia tidak menyangka SHZ kemudian pergi ke kawasan sungai.

“Terakhir izin bermain bola. Saya tidak menyangka sampai ke sungai. Dia memang tidak bisa berenang, dan saya baru mendapat kabar setelah kejadian,” ucapnya.

Relawan Water Rescue Alalak Selatan Mirza mengatakan pencarian dilakukan selama beberapa jam. Namun, hingga sekitar pukul 23.00 WITA, SHZ belum ditemukan.

Pencarian kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan dilanjutkan keesokan harinya.

Arus Deras Hambat Pencarian

Menurut Mirza, derasnya arus Sungai Martapura akibat air pasang menjadi salah satu kendala pencarian.

Kondisi relawan yang mulai kedinginan dan terbatasnya jarak pandang di dalam air juga menyulitkan proses penyelaman.

“Kawan-kawan juga terkendala pandangan. Kedalaman sungai membuat pencarian cukup sulit, sehingga penyelaman terpaksa kami hentikan dan akan dilanjutkan besok,” ujar Mirza.

Hingga pencarian dihentikan sekitar pukul 23.00 WITA, keberadaan SHZ masih belum ditemukan. Tim gabungan akan kembali melanjutkan pencarian di Sungai Martapura. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
bocah tenggelam Sungai Martapura orang tenggelam Banjarmasin Water Rescue Banjarmasin Satpolairud Polresta Banjarmasin Sungai Martapura Banjarmasin