RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN - Polisi masih menyelidiki kematian dua siswa MTs Al Furqan Banjarmasin yang tenggelam saat mengikuti Kemah Akbar di kawasan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.
Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap bagaimana kedua korban bisa tenggelam, termasuk mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Hingga Selasa (8/9/2026), sedikitnya sembilan orang telah dimintai keterangan. Polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi lainnya.
“Sampai saat ini sudah ada sembilan orang yang kami mintai keterangan, termasuk kedua orang tua korban. Hari ini kami juga akan memeriksa empat orang saksi lainnya,” ungkap Kapolsek Alalak, Ipda Bistok Berkat Andrew Panjaitan.
Saksi yang telah diperiksa berasal dari panitia penyelenggara, pihak sekolah, siswa, serta orang tua kedua korban.
Namun, dari pemeriksaan sementara, Polisi belum menemukan saksi yang melihat langsung bagaimana kedua korban bisa tenggelam.
“Kasus yang kami tangani ini masih berproses. Karena itu, kami belum bisa menarik kesimpulan. Semua keterangan yang ada harus kami verifikasi satu per satu, supaya informasi yang kami sampaikan kepada masyarakat tidak menjadi sesuatu yang tidak valid,” tegas Bistok.
Peristiwa tersebut terjadi di area belakang Kampus UMB, Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Alalak, Minggu (6/9/2026).
Kedua korban berinisial MFA (13) dan RAF (13). Mereka mengikuti rangkaian kegiatan pramuka dalam Kemah Akbar yang telah berlangsung sejak Sabtu (5/9/2026).
Dari keterangan sejumlah saksi, pada pagi sebelum kejadian para peserta mengikuti permainan atau tantangan pramuka yang dikenal sebagai wide game.
Setelah kegiatan selesai, sejumlah siswa yang tubuhnya kotor membersihkan diri di kolam kawasan tersebut.
Kedua korban baru diketahui tidak berada bersama rombongan ketika peserta bersiap pulang. Panitia melakukan absensi dan memanggil nama siswa menggunakan pengeras suara.
Ketika nama MFA dan RAF dipanggil berulang kali, tidak ada jawaban.
Tak Ada Saksi Lihat Korban Tenggelam
Situasi berubah panik setelah muncul informasi bahwa kedua korban terakhir kali terlihat membersihkan diri seusai mengikuti permainan.
Panitia bersama sejumlah siswa kemudian melakukan pencarian. Penelusuran akhirnya mengarah ke kolam di belakang gedung UMB.
“Dua siswa yang dicari akhirnya ditemukan berada di dalam kolam. Pertama ditemukan RAF, kemudian MFA,” terang Bistok.
Dua orang dari pihak sekolah dan kakak tingkat kemudian turun ke kolam untuk mengevakuasi korban.
Setelah diangkat ke daratan, kedua korban mendapat pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
MFA dievakuasi ke Klinik Setara di Handil Bakti. Sementara RAF dibawa ke RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin.
Seorang siswa MTs yang ditemui di rumah duka MFA pada Minggu (6/9/2026) mengungkapkan, RAF sempat mendapatkan RJP.
“Sempat diberikan RJP dan keluar air dari mulutnya. Namun, sebelum mendapat penanganan medis lebih lanjut, dikabarkan meninggal dunia,” ucapnya.
Siswa tersebut mengaku tidak mengetahui bagaimana kedua korban bisa berada di dalam kolam.
“Kami memang mencuci kaki dan bersih-bersih sebelum pulang, termasuk korban. Masing-masing setelah selesai kembali ke tenda untuk berkemas pulang. Tapi saya tidak tahu bagaimana musibah ini bisa terjadi,” ujarnya.
Seusai kejadian, Polsek Alalak bersama Satreskrim Polres Barito Kuala melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah barang bukti turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Bistok menegaskan Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh keterangan dan bukti selesai diverifikasi.
“Pastinya, kami dari Polsek Alalak dan jajaran Polres Barito Kuala turut berbelasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi,” ucapnya.
Ia memastikan penyelidikan dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional agar fakta di balik kematian kedua siswa tersebut dapat terungkap.
UMB Sebut Hanya Sediakan Lokasi
Sementara itu, Kepala Biro Kesekretariatan UMB, Alfian menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua siswa tersebut.
“Atas arahan pimpinan, tentunya UMB menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan Kemah Akbar, Alfian menyatakan pihak kampus hanya menyediakan lokasi kegiatan.
“Seluruh pelaksanaan kegiatan dan tanggung jawab atas kegiatan tersebut berada pada pihak penyelenggara atau panitia pelaksana,” tegasnya.
Setelah proses penanganan, jenazah RAF dibawa ke Masjid Al Jihad untuk dimandikan dan disalatkan. Korban kemudian dimakamkan di Alkah Keluarga Panglima Batur, Sungai Jingah, Banjarmasin.
Sedangkan jenazah MFA dibawa ke rumah duka di kawasan Antasan Kecil Barat sebelum dimakamkan di Turbah, Jalan Masjid Jami.
Kini penyelidikan polisi masih berlanjut. Keterangan para saksi dan hasil olah TKP akan menjadi bagian penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa hingga kedua siswa tersebut ditemukan di dalam kolam.
Editor : M. Ramli Arisno