RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Sebuah rumah di Jalan Bandarmasih Komplek DPR RT 31, Banjarmasin Barat, dilalap si jago merah, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 05.15 WITA.
Rumah tersebut diketahui telah cukup lama dalam kondisi kosong. Anak-anak mendiang pemilik rumah disebut telah memiliki tempat tinggal dan pekerjaan masing-masing.
Namun, peristiwa kebakaran kali ini membuat warga sekitar semakin resah. Pasalnya, kebakaran tersebut disebut sebagai kejadian ketiga yang terjadi di kawasan Komplek DPR dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan, muncul kabar yang beredar di tengah warga mengenai dugaan adanya teror pembakaran. Meski demikian, kabar tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Ini kejadian ketiga. Kejadian kedua jaraknya sekitar dua minggu. Pemilik rumah yang terbakar juga masih sama, milik H Anang Zainuddin, dan saya heran rumah itu kosong tak ada kompor atau aliran listirk, kabel-kabel sudah hilang dicuri, jadi dari mana datang api jadi sampai terbakar rumah itu," ujar seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengungkapkan, dirinya mengenal pemilik rumah tersebut. Warung yang ditempatinya saat ini juga masih merupakan bagian dari bangunan milik H Anang Zainuddin.
"Saya sudah lama kenal. Bagian depan rumah yang saya tempati ini juga masih milik Pak Anang Zainuddin. Yang di belakang itu lokasi kebakaran kedua, rumah kontrakan milik almarhum," ujarnya.
Menurutnya, sebelum api berkobar hebat, sempat ada informasi mengenai seseorang yang terlihat keluar dari sekitar lokasi kebakaran.
"Ada yang melihat orang keluar dari lokasi sebelum api membesar. Tapi orangnya tidak mengenali siapa," katanya.
Sementara itu, Ketua RT 31 Lusiana (47) mengakui, dua peristiwa kebakaran terakhir terjadi di wilayahnya. Ia pun mengetahui adanya isu teror pembakaran yang kini beredar luas di tengah masyarakat.
"Kabar teror pembakaran itu memang sudah beredar luas di sekitar Komplek DPR, bahkan semakin meluas. Tapi saya hanya mendengar kabar angin. Tidak ada yang melihat langsung atau terekam CCTV," ujarnya.
Berbeda dengan dua kejadian terakhir, Lusiana menyebut pada peristiwa kebakaran pertama yang terjadi di RT 38, terdapat dugaan adanya seorang pria mencurigakan yang terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi.
Pria tersebut, kata dia, bahkan terlihat membawa sesuatu yang disembunyikan di balik pakaian serta membawa ember bekas cat.
"Nah, untuk kejadian pertama ada rekaman CCTV. Terlihat seorang pria sebelum kejadian dengan gerak-gerik yang mencurigakan," katanya.
Lusiana berharap aparat kepolisian dapat menindaklanjuti keresahan warga. Sebab, masyarakat khawatir kejadian serupa kembali terulang jika isu teror tersebut tidak segera mendapat perhatian.
"Ke mana lagi kami harus melaporkan? Rencananya persoalan ini juga akan saya bawa dalam rapat seluruh RT di kelurahan," bebernya.
Keresahan serupa juga disampaikan seorang warga RT 38 yang enggan disebutkan namanya. Pria berusia 40 tahun itu mengaku, beberapa hari sebelum kebakaran pada Senin subuh, diduga hampir terjadi kejadian serupa di kawasan Gang V.
"Tiga hari sebelum kejadian tadi subuh, di depan Gang V hampir terjadi juga. Untung ada warga yang melihat dan membangunkan pemilik rumah," bebernya.
Menurutnya, pada kejadian pertama terdapat rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan mondar-mandir di sekitar lokasi pada malam hari.
"Kami berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan atau isu teror ini. Jangan sampai warga terus resah dan ketakutan, apalagi sampai kejadian seperti ini kembali terulang," harapnya
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat Iptu Indra Permadi mengungkapkan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WITA.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, api sudah dalam kondisi besar saat pertama kali terlihat. Kobaran api diduga berasal dari bagian belakang rumah korban.
"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan pendalaman," ungkap Indra.
Editor : Sutrisno