Kesetrum Saat Perbaiki Atap, Evakuasi Pekerja di Sungai Sipai Berlangsung Dramatis

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:48 WIB
Petugas DPKP Kabupaten Banjar mengevakuasi pekerja yang tersengat listrik dari atas atap bangunan di Jalan Veteran, Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Minggu (6/9/2026). (KASYAF UNTUK RADAR BANJARMASIN)
Petugas DPKP Kabupaten Banjar mengevakuasi pekerja yang tersengat listrik dari atas atap bangunan di Jalan Veteran, Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Minggu (6/9/2026). (KASYAF UNTUK RADAR BANJARMASIN)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Seorang pekerja bangunan tersengat listrik saat memperbaiki atap di Jalan Veteran, Kelurahan Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (6/9/2026) sore.

Pekerja bernama Darma (26), warga Pematang Baru, itu tak sengaja menyentuh kabel bertegangan yang melintas di atas bangunan saat bekerja.

Sengatan listrik membuat korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada bagian kaki dan tubuh. Ia masih berada di atas atap dalam kondisi sadar, tetapi mengalami syok berat dan kesakitan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat meminta bantuan untuk mengevakuasi Darma dari atas bangunan. 

Laporan kemudian diterima Call Center Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar pada pukul 16.36 WITA.

Petugas Berpacu dengan Waktu

Regu Penyelamatan Peleton I langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak 10 personel dikerahkan menggunakan Fire Truck Satria Biru dan Unit Light Rescue.

Sekitar tiga menit setelah laporan diterima, petugas tiba di lokasi. Mereka kemudian melakukan observasi untuk memastikan langkah evakuasi korban.

Petugas DPKP juga mendapat bantuan dari PSC, EBR, dan relawan gabungan setempat.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, Muhammad Kasyaf, mengatakan kondisi korban membuat petugas harus bertindak cepat.

Menurutnya, petugas terlebih dahulu memastikan posisi korban aman dari jangkauan kabel bertegangan sebelum menurunkannya.

“Setiap detik sangat berharga bagi keselamatan jiwa korban. Petugas kita bergerak cepat, melakukan observasi kilat, mengamankan korban dari jangkauan kabel listrik,” ujar Kasyaf.

Petugas kemudian menggeser tubuh Darma menggunakan tandu spinal untuk menjauhkannya dari radius bahaya jalur kabel.

Setelah korban berada di titik yang lebih aman, proses evakuasi dilanjutkan melalui tangga.

Digendong demi Kejar Golden Time

Alih-alih menggunakan metode rope rescue, petugas memilih membopong dan menggendong Darma menuruni tangga secara manual.

Kasyaf menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk mempercepat korban mendapatkan pertolongan medis. Pemasangan sistem rope rescue dan rigging dinilai membutuhkan waktu lebih lama.

“Ini murni keputusan taktis di lapangan demi mengejar golden time penanganan medis,” tegasnya.

Darma akhirnya berhasil diturunkan dari atap dalam kondisi selamat sekitar pukul 16.50 WITA.

Korban kemudian dibawa menggunakan Ambulans PSC menuju RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Saat dievakuasi hingga dimasukkan ke ambulans, Darma masih dalam kondisi sadar mengalami syok berat akibat sengatan listrik dan rasa sakit dari luka bakar.

“Informasi terakhir dari pihak RSUD Ratu Zalecha, korban masih menjalani observasi dan bersiap mendapatkan tindakan medis selanjutnya,” ungkap Kasyaf.

Editor : M Oscar Fraby
kesetrum Banjar damkar