RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar sekitar tujuh hektare kawasan rawa gambut di Desa Bajayau, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Minggu (6/9/2026).
Petugas gabungan melakukan pemadaman selama hampir enam jam, mulai pukul 16.00 hingga 21.50 WITA. Dari sekitar tujuh hektare lahan yang terbakar, api berhasil dipadamkan pada area seluas sekitar tiga hektare.
Sementara itu, sebagian area lainnya belum dapat ditangani karena medan rawa gambut menyulitkan petugas menjangkau titik kebakaran.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD HSS, lahan yang terbakar merupakan rawa gambut yang ditumbuhi semak belukar dan rumput bundung.
Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.
"Untuk penyebabnya belum diketahui. Jenis lahannya rawa gambut dengan vegetasi semak belukar dan rumput bundung," ujar Pusdalops dalam laporannya.
Petugas Berjibaku Hampir Enam Jam
Upaya pemadaman melibatkan sejumlah unsur gabungan. Mereka terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Posko Siaga Karhutla, Satgas Desa Bajayau, Satgas Kecamatan, Satgas Desa Bajayau Tengah, dan Satgas Desa Badaun.
Petugas berjibaku melakukan pemadaman hingga malam. Kondisi medan menjadi salah satu kendala karena tidak semua titik kebakaran dapat dijangkau.
Dari total luasan sekitar tujuh hektare yang terbakar, sekitar tiga hektare berhasil ditangani petugas. Artinya, terdapat sekitar empat hektare area terdampak yang belum dapat ditangani saat operasi pemadaman berlangsung karena sulit dijangkau.
Meski demikian, berdasarkan laporan terakhir Pusdalops BPBD HSS, situasi di lokasi telah terkendali.
"Sebagian area belum dapat tertangani karena kondisi lahan yang sulit dijangkau. Untuk kondisi mutakhir di lokasi saat ini aman dan terkendali," pungkas Pusdalops. (*)
Editor : M. Ramli Arisno