RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai - Kebakaran menghanguskan tiga rumah dan berdampak pada dua rumah lainnya di Desa Bakti, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (6/9/2026) siang.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, tiga rumah berbahan kayu dilaporkan mengalami kerusakan 100 persen, sedangkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan Fitriadinnor mengatakan, petugas telah berhasil memadamkan seluruh kobaran api.
“Api sudah berhasil dipadamkan 100 persen. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” ujarnya.
Kebakaran terjadi di RT 004, RW 002 Desa Bakti. Tiga rumah yang hangus masing-masing milik Ahmad Fauzi, Samporna, dan Hamidah.
Rumah Ahmad Fauzi dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa. Sejumlah dokumen keluarga juga ikut terbakar.
Tiga anak dalam keluarga Ahmad Fauzi turut terdampak. Mereka adalah Nailatul Azkia yang duduk di kelas 9 MTsN 5 HST, M. Mahfuz Amin kelas 3 SDN 2 Bakti, serta Rahma Safira yang masih bersekolah di TK Rose Bakti.
Sementara itu, rumah milik Samporna dan Hamidah masing-masing dihuni satu jiwa. Kedua rumah tersebut juga mengalami kerusakan 100 persen. Dokumen milik penghuni turut terbakar.
Dua Rumah Ikut Terdampak
Selain tiga rumah yang hangus, kebakaran berdampak pada rumah milik Daud Muslim. Bangunan yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa itu mengalami kerusakan sekitar 20 persen.
Dokumen penting di rumah Daud Muslim dilaporkan tidak ikut terbakar.
Rumah Saryana Wahyudin juga terkena dampak dengan tingkat kerusakan sekitar 5 persen. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Dokumen milik penghuni berhasil diselamatkan.
Dengan demikian, kebakaran berdampak terhadap lima rumah. Tiga di antaranya mengalami kerusakan total, sedangkan dua lainnya mengalami kerusakan masing-masing sekitar 20 persen dan 5 persen.
Penyebab Masih Diselidiki
Pemadaman melibatkan BPBD dan Damkar HST bersama TNI, Polri, Satpol PP, BPK/PMK HST Balakar 654, Tagana, relawan, PLN, aparat desa, serta masyarakat setempat.
Petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya. Lokasi juga dipastikan tidak lagi memiliki titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Fitriadinnor kembali memastikan tidak terdapat korban dalam peristiwa tersebut. Penyebab munculnya api juga belum dapat dipastikan.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno