RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai - Kebakaran terjadi di lokasi proyek pembangunan tanggul sungai metode pile slab di Desa Hulu Pasar RT 03, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.20 Wita.
Api diduga dipicu percikan las saat pekerja membuat lubang pada besi pelat. Percikan tersebut mengenai kulit kayu galam dan potongan pohon kelapa kering yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.
Material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Kebakaran sempat membuat warga sekitar panik karena titik api berada cukup dekat dengan permukiman.
Jarak antara lokasi kebakaran dan rumah warga diperkirakan hanya sekitar delapan meter.
Berdasarkan keterangan salah seorang pekerja, sebelum api membesar, aktivitas pengelasan sedang dilakukan untuk membuat lubang pada besi pelat. Percikan api kemudian menyambar material kering di area proyek.
Pekerja bersama warga sempat berusaha memadamkan api secara manual. Mereka mengambil air dari sungai menggunakan ember.
Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api yang terus membesar.
Puluhan Unit Pemadam Dikerahkan
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar HSU Asikin Noor melalui anggota, Edy Saputra, mengatakan petugas kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Puluhan unit tangki dan mobil pemadam portabel diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran sempat memicu kepanikan karena terjadi di area proyek yang hanya berjarak sekitar delapan meter dari rumah warga.
Proyek Bernilai Rp8,59 Miliar
Proyek pembangunan tanggul sungai metode pile slab tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp8,59 miliar.
Pekerjaan dilaksanakan CV Bumi Kalimantan Perkasa dengan masa pengerjaan selama 180 hari kalender.
Sementara itu, dugaan penyebab kebakaran masih mengacu pada keterangan awal pekerja di lokasi. Percikan dari aktivitas pengelasan diduga menyambar material kering hingga memicu kebakaran. (*)
Editor : M. Ramli Arisno