Diduga Habisi Nyawa Lansia di Martapura, Pria dan Wanita ini Diciduk di Kapuas

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 07:19 WIB
Polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku.
Polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Kasus kematian WMJ alias Iyung, 70, di Jalan Sukaramai RT 02, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, mulai menemui titik terang. Polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku.

Keduanya merupakan laki-laki dan perempuan yang ditangkap di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kanit Pidum Satreskrim Polres Banjar Ipda Pasya Hasyanda membenarkan penangkapan tersebut. “Sudah ditangkap,” katanya, Jumat (4/9).

Ia menyebut, ada dua orang yang diamankan dalam kasus tersebut. Keduanya kini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Banjar. “Dua orang, laki-laki dan perempuan ditangkap di Kapuas,” imbuhnya.

Penangkapan itu menjadi perkembangan terbaru dalam penyelidikan kematian WMJ. Sebelumnya, polisi mendalami dugaan pencurian dengan kekerasan setelah menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian.

Namun, penyidik belum mengungkap secara rinci identitas kedua orang tersebut. Peran masing-masing juga masih didalami. Motif di balik kejadian juga belum disampaikan secara resmi oleh kepolisian.

Sebelumnya, polisi menyatakan dugaan sementara mengarah pada pencurian dengan kekerasan. Meski demikian, penyidik tidak menutup kemungkinan adanya tindak pidana lain. “Dugaan sementara pencurian dengan kekerasan. Namun tidak menutup kemungkinan menjadi pembunuhan,” tegas Pasya saat memberikan keterangan sebelumnya.

Dalam pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Salah satunya luka tusuk di bagian leher. Selain itu, sejumlah barang di dalam rumah disebut telah berpindah dari posisi semula. Telepon seluler dan kunci rumah korban juga tidak ditemukan.

Polisi turut mendalami informasi mengenai perhiasan korban yang diduga hilang. Jumlah dan jenis perhiasan tersebut masih dikonfirmasi kepada keluarga. Polisi juga belum menjelaskan apakah seluruh barang tersebut berkaitan langsung dengan dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.

Seperti diketahui, WMJ ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (31/8) sekitar pukul 22.30 WITA. Sebelum ditemukan, korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya sepanjang hari. Warga yang tinggal di sekitar rumah kemudian mulai curiga.

Kecurigaan bertambah karena lampu teras rumah korban masih menyala. Warga sempat mengetuk pintu, tetapi tidak mendapat respons. Warga kemudian mencoba melihat ke dalam melalui celah angin-angin di bagian atas pintu. Dari celah tersebut, tubuh korban terlihat dalam posisi tengkurap.

Warga selanjutnya meminta bantuan untuk memastikan kondisi korban. Saat memeriksa keadaan rumah, ditemukan pula bercak darah. (zkr/mof)

Editor : Arief M
Pembunuhan kabupaten banjar