Karhutla Kembali Terjadi di HSU, 11,43 Hektare Lahan Terbakar, Padam Setelah 4,5 Jam

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:31 WIB
UPAYA: Tim gabungan Polres HSU, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat berjibaku memadamkan karhutla di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang. (Foto: Polres HSU)
UPAYA: Tim gabungan Polres HSU, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat berjibaku memadamkan karhutla di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang. (Foto: Polres HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kali ini, api membakar lahan gambut di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang. 

Tim gabungan dari Polres HSU, TNI, BPBD HSU, Manggala Agni, dan masyarakat langsung bergerak setelah menerima laporan adanya titik panas (hotspot) sekitar pukul 14.30 WITA.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan, satu titik api terdeteksi dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 11,43 hektare.

Wakapolres HSU Kompol Sony F. L. Gaol bersama sejumlah pejabat utama Polres HSU turun langsung memimpin penanganan Selasa (1/9/2026) siang sampai malam.

Tim gabungan juga melibatkan personel Polsek Banjang, Koramil Amuntai Tengah/Banjang, Satgas Karhutla Polres HSU dan BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat.

Petugas menggunakan pompa portabel milik Polres HSU, BPBD dan Manggala Agni. Pemadaman juga dilakukan secara manual menggunakan peralatan tradisional berupa gepyok.

Berdasarkan hasil pengecekan, lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut yang relatif lembap. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, bondong, dan purun. Lokasi tersebut masuk Areal Penggunaan Lain (APL).

Warga menyebut api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Petugas sempat menghadapi kendala karena sumber air di sekitar lokasi terbatas.

Kondisi gambut juga membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh lantaran bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

Sekitar pukul 19.00 WITA, api berhasil dipadamkan. Meski begitu, kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah api kembali menyala.

Sementara itu, Tim Inafis Polres HSU melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Polres HSU Iptu Asep Hudzainur menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan sinergi seluruh pihak.

“Polres HSU bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat akan terus bersinergi dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti agar tidak meluas,” ujarnya pada media ini Rabu (2/9/2026). 

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap mencurigakan.

“Pengendalian karhutla bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Editor : Sutrisno
karhutla HSU Amuntai