Kabut Asap Selimuti HSS, Kualitas Udara Masuk Zona Tidak Sehat

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:34 WIB
MASKER: Momen bagi masker gratis yang dilakukan pegiat sosial untuk di tengah situasi Kabut Asap HSS. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 
MASKER: Momen bagi masker gratis yang dilakukan pegiat sosial untuk di tengah situasi Kabut Asap HSS. (Foto: M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membuat kualitas udara menurun.

Berdasarkan data Aplikasi ISPU Net, Kamis (27/8/2026), kualitas udara di HSS berada pada angka 170 dan masuk kategori Tidak Sehat atau Zona Kuning.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Dispera KPLH HSS, Latifah, mengatakan kondisi kualitas udara tersebut terus dipantau setiap hari melalui Aplikasi ISPU Net.

"Data ini merupakan update setiap harinya melalui Aplikasi ISPU Net," kata Latifah.

Dari hasil pemantauan, pencemaran udara paling tinggi berasal dari partikel halus yang terdapat dalam asap dan udara, yang dalam data ISPU disebut PM2.5. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk ke saluran pernapasan.

Sementara itu, angka pencemaran dari partikel udara berukuran lebih besar atau PM10 tercatat 88.

Meski kualitas udara sudah masuk kategori Tidak Sehat, kondisi di HSS belum mencapai Zona Merah atau kategori Sangat Tidak Sehat.

Kondisi udara tidak sehat dapat memberikan dampak bagi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap asap dan polusi udara. Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.

Selain kondisi udara yang menurun, suhu di HSS saat pengukuran juga cukup tinggi, mencapai 37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 37,63 persen.

Editor : Arif Subekti
bagi masker masuk kategori tidak sehat Kabut Asap hulu sungai selatan kualitas udara