Kalsel Zona Merah Karhutla, BMKG Deteksi 473 Hotspot Baru

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:44 WIB
KARHUTLA: Petugas gabungan dari BPBD dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
KARHUTLA: Petugas gabungan dari BPBD dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Alarm darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel berbunyi semakin nyaring. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menetapkan hampir seluruh wilayah di 13 kabupaten/kota masuk dalam Zona Merah, menandakan ancaman karhutla berada pada kategori sangat tinggi.

Peringatan ini diperkuat dengan temuan 473 titik panas (hotspot) yang tersebar di 11 daerah pada Selasa (25/8) pagi. Hanya Kota Banjarmasin dan Kabupaten Balangan yang pagi itu terpantau bebas dari titik api.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi wilayah paling membara dengan 118 hotspot, disusul Tapin (102 titik) dan Banjar (99 titik). Kondisi ini menegaskan bahwa ancaman kebakaran tidak lagi bersifat lokal, melainkan meluas hampir ke seluruh Banua.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, Utari Randiana, menjelaskan bahwa potensi titik panas berkembang menjadi kebakaran nyata sangat tinggi. “Dari total 473 titik panas, sebanyak 425 titik masuk kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik kategori rendah. Kategori sedang mendominasi dengan proporsi sekitar 89,9 persen,” ungkapnya.

Sebaran titik panas kategori tinggi yang paling berisiko langsung membesar terdeteksi di tujuh daerah, yakni Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tapin, serta Kota Banjarbaru.

Ia berharap dengan ditetapkannya Kalsel sebagai zona merah, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran apa pun, mengingat cuaca yang sangat terik dan angin kencang berpotensi membuat api meliar tak terkendali

Editor : Arief M
karhutla kebakaran lahan bmkg titik api