5 Rumah Ludes Terbakar di Jalan Bandarmasih, Api Muncul dari Rumah Kosong dan Tak Mempan Disiram

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:11 WIB
TAK BERSISA: Korban kebakaran di Jalan Bandarmasih, Banjarmasin Barat mencari sisa-sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan. Lima rumah hangus akibat insiden tersebut.
TAK BERSISA: Korban kebakaran di Jalan Bandarmasih, Banjarmasin Barat mencari sisa-sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan. Lima rumah hangus akibat insiden tersebut.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kebakaran hebat menggegerkan warga Jalan Bandarmasih, Banjarmasin Barat, Selasa (25/8/2026) dini hari. Sedikitnya lima bangunan ludes dilalap api.

Kobaran api membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Sebagian bahkan baru terbangun ketika api sudah membesar.

Namun, sebelum kebakaran membesar, seorang warga sekaligus korban mengaku menemukan sejumlah kejanggalan.

Riko (19) mengatakan, sekitar pukul 04.00 Wita dirinya masih terjaga ketika seorang tetangga datang mengetuk pintu menggunakan ember dalam kondisi panik.

Begitu membuka pintu, Riko melihat kasur yang berada di depan sebuah rumah petak dengan empat pintu sedang terbakar.

“Kasur itu dalam posisi berdiri, memang hanya diletakkan. Saat itu apinya belum besar, saya dan warga berusaha menyiram dengan peralatan seadanya tapi susah sekali dipadamkan,” ujarnya.

Api Muncul di Dua Titik

Riko kemudian melihat pintu rumah petak tersebut dalam kondisi sedikit terbuka. Ia pun berinisiatif masuk untuk memastikan kondisi di dalam.

Bukan hanya di bagian depan, ternyata api juga berkobar di dalam rumah petak. Api terlihat membakar bagian dinding.

Temuan itu membuat Riko heran. Sebab, terdapat dua titik api yang terpisah beberapa meter.

“Saya heran, sumbernya ada dua dengan jarak beberapa meter tidak saling terhubung. Keduanya sama-sama sulit sekali dipadamkan meski telah disiram. Saya juga mencium aroma minyak saat menghadapi api,” katanya.

Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak sebanding dengan cepatnya kobaran api menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Api akhirnya membesar dan sulit dikendalikan hingga bantuan pemadam kebakaran tiba.

Rumah Petak Sudah Lama Kosong

Yang membuat warga semakin bertanya-tanya, rumah petak yang menjadi lokasi awal kebakaran itu disebut sudah berbulan-bulan tidak dihuni.

Riko mengatakan tidak pernah melihat lampu rumah tersebut menyala pada malam hari.

“Kalau malam pasti gelap. Tidak ada lampu. Kalau korsleting seperti tidak mungkin,” bebernya.

Sebelum melihat api, Riko juga mengaku sempat mendengar suara grasak-grusuk dari dalam rumah petak kosong tersebut.

Namun, suara itu awalnya tidak dicurigai. Ia mengira hanya suara tikus atau hewan lain.

“Saya kira cuman tikus, baru curiga ada yang sempat masuk setelah kebakaran terjadi,” ungkapnya.

Pintu rumah petak yang sedikit renggang juga menjadi perhatian Riko. Kondisi itu membuatnya bisa masuk tanpa harus mendobrak ketika api muncul.

Hanya HP dan Baju di Badan yang Tersisa

Kobaran api dengan cepat merembet ke bangunan lain. Riko bersama kakak dan adiknya hanya sempat menyelamatkan telepon genggam.

Barang-barang lain, termasuk harta benda di dalam rumah, tak sempat diselamatkan.

“Sisa baju di badan dan HP ini saja. Yang terpikir saat itu membangunkan adik yang tidur. Sedangkan kakak tidur di warung depan,” jelasnya.

Lima Bangunan Terbakar, Sembilan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Ketua RT setempat, Lusiana, mengatakan rumah petak kosong tersebut bukan satu-satunya bangunan yang terdampak. Rumah milik pemilik rumah petak yang juga dalam kondisi kosong turut terbakar.

“Kalau rumah pemiliknya terkena juga banyak, hanya bagian depan yang tersisa. Keduanya sama-sama kosong,” terangnya.

Total terdapat lima bangunan yang terdampak kebakaran. Empat di antaranya merupakan rumah dan satu lainnya berupa rumah petak dengan empat pintu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tiga kepala keluarga atau sembilan warga kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran.

Lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi. Dugaan penyebab kebakaran dan temuan dua titik api masih menjadi perhatian setelah api berhasil dipadamkan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Bandarmasih rumah terbakar