Polisi Selidiki Karhutla di Tambang Ulang, Olah TKP Cari Penyebab Api

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:23 WIB
PASTIKAN : Personil dari Sat Reskrim Polres Tala melakukan pemasangan garis polisi untuk melakukan olah TKP di lokasi kebarakan di Desa Tambang Ulang pada Minggu (23/8/2026). (Foto : Humas Polres Tala)
PASTIKAN : Personil dari Sat Reskrim Polres Tala melakukan pemasangan garis polisi untuk melakukan olah TKP di lokasi kebarakan di Desa Tambang Ulang pada Minggu (23/8/2026). (Foto : Humas Polres Tala)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tambang Ulang, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala) kini diselidiki polisi.

Sat Reskrim Polres Tala melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Minggu (23/8/2026). Polisi memeriksa lokasi kebakaran untuk mencari petunjuk terkait penyebab munculnya api.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi lahan yang terbakar, mengumpulkan informasi, serta mencari dan mengamankan bukti yang dianggap berkaitan dengan kejadian.

Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Setiap kejadian karhutla akan kami tindak lanjuti secara serius. Melalui olah TKP dan proses penyelidikan, kami mengumpulkan informasi serta bukti-bukti yang diperlukan untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran,” kata Ricky, Senin (24/8/2026).

Polisi belum menyampaikan penyebab pasti kebakaran. Hasil olah TKP dan informasi yang dikumpulkan di lapangan akan menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Di tengah ancaman karhutla, polisi juga meminta warga tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Puntung rokok juga diminta tidak dibuang sembarangan karena dapat menjadi sumber api.

Warga yang menemukan titik api atau kebakaran lahan diminta segera melapor agar api bisa ditangani sebelum meluas.

“Satu api kecil dapat menjadi bencana besar. Mari kita jaga hutan, lahan, lingkungan, dan udara agar tetap aman dan bersih untuk kita semua,” pesannya. 

Editor : Sutrisno
karhutla Tanah Laut Pelaihari