RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Kematian ikan secara massal terjadi di kawasan keramba milik warga Desa Tahuran, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (24/8/2026).
Lebih puluhan keramba warga yang berada di aliran Sungai Haur Gading dilaporkan terdampak. Ikan bawal air tawar yang dibudidayakan warga ditemukan dalam kondisi oleng atau teler. Sebagian lainnya sudah mati.
Kepala Desa Tahuran Hambali mengatakan, kondisi tersebut diketahui ketika warga melakukan pengecekan keramba. Ikan yang sebelumnya dipelihara dalam kondisi normal tiba-tiba terlihat lemas dan berenang tidak beraturan.
"Penyebab kemungkinan besar air sungai yang tidak mengalir saat kemarau dan sungai mengalami pendangkalan, sehingga oksigen berkurang dan menyebabkan ikan mati," ujarnya pada media ini.
Menurutnya, kondisi sungai yang stagnan menjadi salah satu dugaan utama. Saat musim kemarau, debit air berkurang sehingga sirkulasi air tidak berjalan optimal.
Selain faktor tersebut, adanya kemungkinan pencemaran. Terlebih terdapat limbah atau bahan beracun yang masuk ke aliran sungai dari bagian hulu.
Namun, dugaan pencemaran tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian ikan.
Hambali menyebut, warga kini berupaya memilah ikan yang masih dapat dimanfaatkan. Ikan yang kondisinya masih segar akan diolah menjadi ikan kering. Sementara ikan yang sudah berbau akan dibuang dengan tidak mencemari aliran sungai.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena keramba merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat. Pembudidaya berharap kondisi air kembali membaik sehingga ikan yang masih hidup dapat diselamatkan.
Pemeriksaan kondisi air dan pemantauan keramba juga diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian ikan sekaligus mencegah kejadian serupa meluas.
Editor : M Oscar Fraby