Karhutla Tapin Capai 834,75 Hektare, Ribuan Warga Salat Minta Hujan

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Ribuan masyarakat mengikuti Salat Istisqa yang dilgelar oleh Pemerintah Kabupaten Tapin. (Adan)
Ribuan masyarakat mengikuti Salat Istisqa yang dilgelar oleh Pemerintah Kabupaten Tapin. (Adan)

 

RADARBANJARMASINJAWAPOS.COM, Rantau – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tapin mulai memberikan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut juga diiringi meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data Kebencanaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat, hingga 23 Agustus 2026, lahan yang terbakar di Kabupaten Tapin mencapai 834,75 hektare.

Kebakaran tersebut terjadi dalam 148 kejadian, dengan jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi mencapai 3.176 titik.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapin bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Salat meminta hujan itu digelar di halaman Kantor Bupati Tapin, Senin (24/8/2026).

Ratusan hingga ribuan orang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, tokoh agama, para habib, tokoh masyarakat hingga warga.

Bupati Tapin, Yamani mengatakan, Salat Istisqa menjadi wujud kerendahan hati sekaligus ikhtiar sebagai hamba Allah SWT dalam menghadapi kondisi kemarau.

Menurutnya, hujan dan seluruh sumber kehidupan merupakan kekuasaan Allah SWT. Karena itu, masyarakat diajak memperbanyak istighfar, memohon ampun atas segala kesalahan serta meminta pertolongan agar kesulitan yang dihadapi segera diangkat.

“Salat Istisqa yang kita laksanakan hari ini merupakan wujud kerendahan hati dan ikhtiar kita sebagai hamba Allah SWT. Kita menyadari bahwa hujan dan seluruh sumber kehidupan adalah kekuasaan Allah SWT,” ujarnya.

Yamani menyebut, kemarau saat ini tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air. Sektor pertanian dan perkebunan juga ikut terdampak, ditambah meningkatnya risiko kebakaran lahan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tapin, terus melakukan berbagai langkah penanganan dan antisipasi. Namun, upaya tersebut juga harus dibarengi dengan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Kita mengajak masyarakat untuk memperkuat doa, memperbanyak amal kebajikan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan menjaga lingkungan,” katanya.

Melalui Salat Istisqa, ia berharap hujan segera turun dengan cukup dan merata di seluruh wilayah Tapin.

Tidak hanya untuk membasahi lahan yang kering, hujan juga diharapkan dapat memulihkan lahan pertanian, mengisi kembali sumber air serta memberikan kesejukan bagi masyarakat.

“Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa rahmat serta keberkahan. Membasahi tanah-tanah kita, memulihkan lahan pertanian, memenuhi sumber air, serta memberikan kesejukan dan ketenteraman bagi masyarakat Kabupaten Tapin,” tuturnya.

Yamani juga berharap masyarakat Tapin dijauhkan dari kekeringan, kebakaran lahan, kekurangan air dan berbagai musibah lainnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang selama ini berada di lapangan menangani karhutla.

Penghargaan khusus disampaikan kepada BPBD, Basarnas dan para relawan yang terus berjibaku membantu menangani serta meredakan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tapin.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPBD, Basarnas dan seluruh relawan yang berdedikasi turun ke lapangan untuk membantu menangani dan meredakan kebakaran hutan dan lahan,” tuturnya.

Ia mendoakan seluruh petugas diberikan kesehatan, kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas.

Sebab, di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya karhutla, keberadaan petugas di lapangan menjadi salah satu garda terdepan dalam melindungi masyarakat dan wilayah Kabupaten Tapin dari dampak kebakaran.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan dan keselamatan kepada seluruh petugas, sehingga dapat terus memberikan pertolongan kepada masyarakat dan menjaga Kabupaten Tapin dari dampak karhutla,” pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
Salat Istisqa karhutla Tapin