Kalsel Dilanda Karhutla, Menhut Minta Jajarannya jangan Jadi Penonton

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:49 WIB
KE LAPANGAN: Menhut, Raja Juli Antoni saat terjun langsung memantau karhutla ke Guntung Damar, Banjarbaru, (23/8/2026).(Foto: Sheilla/Radar Banjarmasin) 
KE LAPANGAN: Menhut, Raja Juli Antoni saat terjun langsung memantau karhutla di wilayah Kabupaten Banjar, Minggu (23/8/2026).(Foto: Sheilla/Radar Banjarmasin) 

‎RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mendadak mengumpulkan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) saat melakukan peninjauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. 

‎Melalui rapat daring, Menhut Raja Antoni meminta seluruh direktorat jenderal dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) memperkuat keterlibatan dalam penanganan karhutla.

‎​Rapat darurat yang turut dihadiri Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Rohmat Marzuki pada Minggu (23/8/2026) tersebut membakar semangat jajaran internal, agar langsung menerjunkan bantuan fisik ke titik api, bukan sekadar memantau dari balik meja.

‎​"Buat mekanisme Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah balai dan dirjen masing-masing. Jangan jadi penonton dalam proses pemadaman karhutla ini!" tegas Raja Antoni dalam pengarahannya.

‎​Mantan Wakil Menteri ATR/BPN tersebut menginstruksikan percepatan pengerahan SDM UPT di luar satuan khusus untuk langsung terjun ke lapangan. 

‎Para personel pendukung ini diminta menjalani pelatihan kilat (on-the-job training) di bawah komando Manggala Agni yang lebih berpengalaman menjinakkan api gambut.

‎​Raja menegaskan seluruh energi Kemenhut saat ini wajib digeser dan dipusatkan penuh untuk menyokong operasi pemadaman di Kalimantan. 

‎"Semua fokus penanganan ke Kalimantan dulu. SDM berapa, semua ikut berkolaborasi," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
karhutla Banjarbaru pembasahan gambut Hanif Faisol Nurofiq musim kemarau banjarbaru