RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Kemarau panjang yang dihantam fenomena El Nino, mulai membawa dampak serius pada penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Banjarbaru.
Pasalnya, sumber air permukaan yang menjadi amunisi utama satgas gabungan, kini merosot tajam.
Komandan Kodim (Dandim) 1006/Banjar, Letkol Inf BP Prabujaya mengungkapkan saat ini debit air di sejumlah sungai yang melintasi kawasan rawan karhutla sudah berada pada titik kritis.
"Kalau saat ini saya lihat sungai pun debitnya sangat kecil. Bahkan sampai kering, ada beberapa yang kering," ungkapnya usai penanganan karhutla di Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin, Kita Banjarbaru, bersama rombongan KSAL, Sabtu (22/8/2026).
Diakuinya kondisi ekstrem ini paling terasa ketika satgas berjibaku menjinakkan api di kawasan Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, pada Jumat (21/8/2026).
Di lokasi tersebut, pasukan yang diterjunkan terpaksa memutar otak lantaran ketersediaan air murni hanya bergantung pada sisa aliran sungai yang menyusut drastis.
Sumur Bor di Setiap Kelurahan
Merespons krisis amunisi air tersebut, Kodim 1006/Banjar langsung merancang taktik mitigasi. Letkol Inf Prabujaya menggagas pembuatan sumur bor darurat yang disinergikan dengan program TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Langkah ini diambil untuk memastikan mesin pompa pemadam tidak kehabisan pasokan saat karhutla membesar.
"Kami berupaya membuat sumur bor. Nanti kita rencanakan kita akan membuat sumur bor di setiap kelurahan, minimal dua," tegas komandan melati dua tersebut.
Saat ini, rencana strategis itu telah dibahas secara intensif bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, guna memetakan titik eksekusinya.
Dalam waktu dekat, tim akan turun untuk memetakan titik-titik krusial yang paling membutuhkan suplai air tanah.
Bantu Kawasan Transmigrasi
Rencananya, jelas Dandim, keberadaan sumur bor tersebut dirancang untuk memiliki fungsi ganda.
Tidak hanya berfungsi memasok air untuk menjinakkan api karhutla, sumur ini juga diproyeksikan menjadi solusi bagi permukiman warga yang mulai dicekik kekeringan.
Berdasarkan laporan Camat setempat, beber Dandim, beberapa area seperti kawasan permukiman transmigrasi kini mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Jadi nanti sumur bor ini dua gunanya, sebagai sumber air bersih (warga, red) baik untuk kebutuhan mandi maupun mencuci. Yang kedua, juga sebagai sumber air untuk mematikan api," pungkas Letkol Inf Prabujaya.
Editor : Fauzan Ridhani