Kabut Asap Karhutla Kian Pekat di Banjarbaru, SDN 1 Syamsudin Noor Tunda Kegiatan Luar Ruangan

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:39 WIB
PAKAI MASKER: Para siswa SDN 1 Syamsudin Noor memakai masker saat berada di luar ruang kelas
PAKAI MASKER: Para siswa SDN 1 Syamsudin Noor memakai masker saat berada di luar ruang kelas

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kota Banjarbaru mulai mengganggu jalannya aktivitas belajar-mengajar.

Di SDN 1 Syamsudin Noor, pekatnya kabut asap yang menebal memaksa pihak sekolah membatalkan seluruh agenda kegiatan di luar ruang kelas.

Kepala SDN 1 Syamsudin Noor, Hasni Rusita, mengungkapkan bahwa dampak kepungan asap tebal tersebut baru terbilang parah dan sangat terasa pada Rabu (19/8).

Padahal, pihak sekolah tengah menggelar rangkaian acara menyambut HUT RI sekaligus pameran unjuk hasil pembelajaran Kurikulum Merdeka.

"Dampaknya baru terasa hari ini karena asapnya sangat tebal. Sebenarnya kami sedang ada lomba 17 Agustus dan pameran kurikulum. Ada permainan tradisional seperti balogo di lapangan, tetapi karena kondisinya tidak memungkinkan, terpaksa kami tunda dulu sampai kabut benar-benar bersih," papar Hasni.

Guna menjaga keselamatan anak didik, manajemen sekolah dengan cepat mengubah peta kegiatan. Lomba-lomba yang semula dijadwalkan bergulir di area terbuka langsung dialihkan ke dalam ruang kelas.

"Lomba yang bisa dijalankan di dalam ruangan tetap lanjut, seperti storytelling dan mewarnai. Untuk kegiatan outdoor yang melibatkan fisik, sementara kami tangguhkan," lanjutnya.

Terkait kondisi kesehatan siswa, Hasni memastikan belum menerima laporan adanya murid yang mengalami sakit batuk parah atau keluhan pernapasan akut.

Kendati demikian, serangan asap tebal ini justru memakan korban dari kalangan staf pengajar. Seorang guru dilaporkan terpaksa izin tidak mengajar akibat penyakit asmanya mendadak kambuh terpicu pekatnya polusi udara.

Antisipasi lanjutan pun disiapkan. Selain membagikan masker medis secara berkala kepada para murid, pihak sekolah meminta peran aktif orang tua untuk memperketat pengawasan kesehatan anak saat di rumah.

"Imbauan kami sangat jelas: anak-anak harus disiplin pakai masker saat keluar kelas atau rumah, perbanyak minum air putih, dan jaga pola makan sehat. Kerja sama dari orang tua murid sangat krusial, bukan hanya bergantung pada pengawasan di sekolah," tegas Hasni.

Editor : Arif Subekti
sdn 1 syamsudin noor kian pekat aktivitas luar ruangan Kabut Asap banjarbaru