Pengendara Dievakuasi akibat Sesak Napas, Aktivitas Sekolah Terganggu ‎

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:29 WIB
BAGI MASKER: Jarak pandang di Landasan Ulin Selatan terbatas, pengendara berhati-hati dan memakai masker (sheilla/radar Banjarmasin)
BAGI MASKER: Jarak pandang di Landasan Ulin Selatan terbatas, pengendara berhati-hati dan memakai masker (sheilla/radar Banjarmasin)

RADABANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Sebaran asap tebal tidak hanya melanda wilayah Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, tetapi juga meluas hingga ke kawasan Landasan Ulin dan Banjarbaru Kota. 
Kondisi ekstrem ini mengancam kesehatan masyarakat, membahayakan pengguna jalan, hingga mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah.
‎Di Pengayuan Landasan Ulin Selatan, ketebalan asap paling parah terjadi pada pagi hari sekira pukul 05.30 WITA.
Jarak pandang ekstrem yang tersisa hanya sekitar dua meter membuat arus lalu lintas sempat lumpuh total. 
‎Banyak pengendara roda dua maupun roda empat memilih berhenti mendadak karena keterbatasan pandangan dan pekatnya paparan asap.
‎"Pengendara banyak yang berhenti, tidak bisa melanjutkan perjalanan. Bahkan ada beberapa orang yang sampai mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal ini," ujar Hendra, Ketua RT 02 Pengayuan.
Warga setempat bersama relawan bergerak cepat mengevakuasi para pengendara yang terpapar asap pekat ke bangunan Langgar di sekitar lokasi untuk mendapatkan pertolongan awal.
‎Kepulan asap tebal ini dipicu oleh sisa titik api karhutla yang belum sepenuhnya padam sejak malam sebelumnya. 
‎Dampaknya, sejumlah siswa di Liang Anggang terpaksa berangkat lebih siang  menunggu kabut asap mulai menipis 
‎Kondisi serupa dialami warga di kawasan Landasan Ulin. Pekatnya kabut asap membayangi aktivitas harian masyarakat dan mengancam keselamatan para siswa di sekolah.
‎Dadanmaja, salah satu wali murid SDN 1 Syamsudin Noor, mengaku khawatir dengan keselamatan anak-anak. 
‎Pria asal Jawa Barat yang baru pertama kali merasakan dampak kabut asap di Kalimantan ini menyebut situasi buruk tersebut telah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir.
‎"Pagi ini asap terasa sangat pekat, mata mulai perih, dan bau sangit kebakaran sangat menyengat," kata Dadan saat ditemui di lingkungan SDN 1 Syamsudin Noor.
‎Menurut Dadan, jarak pandang di jalan raya Landasan Ulin merosot tajam hingga berkisar antara 5 hingga 10 meter. 


‎Pengendara baru bisa melihat kendaraan di depannya pada jarak yang sangat dekat.
‎ Ia mengimbau para pengguna jalan untuk ekstra hati-hati, menjaga jarak aman, dan mengontrol kecepatan guna mengantisipasi kecelakaan.

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, ia mendesak instansi terkait seperti BPBD, Tim SAR, dan Pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret menuntaskan permasalahan karhutla. 
‎Tindakan cepat dinilai krusial agar dampak kesehatan bagi anak-anak sekolah dan masyarakat umum tidak semakin memburuk.

Editor : Arif Subekti
kabut asap pekat jarak pandang yang merosot sesak napas banjarbaru